Puisi Kesabaran Karya Chairil Anwar

Academia.edu no longer supports Internet Explorer.

To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to upgrade your browser.


Kesabaran

Aku tak bisa tidur Orang ngomong, monyet nggonggong Manjapada jauh mengabur Kelam mendinding rayuan Dihantam suara bertalu-talu Di sebelahnya jago merah dan serdak

Aku hendak berbicara Suaraku hilang, tenaga terbang Sudah lalu! Tidak jadi apa-segala apa! Ini dunia enggan disapa, ambil perduli.

Keras membeku air kali Dan arwah bukan usia lagi

Kuulangi yang silam juga Sambil bertutup telinga, berpicing mata Menunggu reda yang mesti berangkat






Maret, 1943


  • Chairil Anwar lahir di Bekas, pada tanggal 26 Juli 1922.
  • Chairil Anwar meninggal marcapada di Jakarta, pada sungkap 28 April 1949 (pada spirit 26 tahun).
  • Chairil Anwar merupakan pelecok satu Kritikus sastra Angkatan 45.


memberi nasehat serta pelajaran umur kepada oran[tex] {20515 {.y4 \sqrt[ |1 \sqrt[15171.34 \sqrt{ \sqrt{1 | < 22 |1412 \sqrt[122vs \times \frac{?} …

{?} \times \frac{?}{?} ]{?} \times \fracg{?}{?} \times \frac{?}{?} \times \frac{gjd?}{?} | \times \frac{?}{hfvhjdthee \cot(e12221 {0 = \leqslant = 133150252 \times \frac{?}{?} }^{?} ) ?} | } } \times \frac{?}{?} \times \frac{?}{?} \times \frac{?}{?} \times \frac{?}{?} ]{?} | ]{?} \times \frac{?}{?} \times \frac{?}{?} }^{?} }^{?} [/tex]g lain cermin penerapan​


1.telaah lah isi teks wara-wara hasil observasi tersebut! 2.tentukan struktur teks laporan hasil observasi tersebut! 3.tentukan pemanfaatan kalimat defin …

isi dan deskripsi internal teks keterangan hasil observasi tersebut! 4.tentukan penggunaan kalimat simpleks, kompleks parataktik,dan kompleks hipotaktik plong dalam teks laporan hasil observasi tersebut! 5.buatlah ringkasan wacana laporan hasil observasi tersebut! bantu lah jawaban yg bener jangan ambil poin nya belaka:)​


2. tentukan persamaan isi poster dan slogan tersebut! 3. tentukan perbedaan isi plakat dan slogan tersebut! 4. tentukan informasi berjasa dari setiap …

surat tempelan dan slogan tersebut! 5. berikan tanggapan mengenai cara penyampaian informasi n domestik poster dan slogan tersebut! tanggapi pula kekuatan surat tempelan dan patois tersebut bikin memengaruhi pemikiran publik​. tolong bantu jawab yang benar ya


3. jelaskan wanti-wanti yang terkandung kerumahtanggaan pidato persuasif tersebut 4. berikan pendapatmu kerjakan menjaga kebudayaan indonesia agar lain tergerus maka itu bu …

sendi asing!???


4. jelaskan kata penghubung sedangkan dan cuma dalam teks deskripsi tersebut! 5. jelaskan konjungsi selain itu yakni dan apabila intern teks deskripsi terse …

but! kak tolong bantu!​


2.membandingkan isi teks 1 dan teks 2 diskusikan dengan bandingan sebangkumu perbedaan teks1 dan 2 dan yg bawahnya ya…? diskusikan dengan tandingan sebangku …

mu pertepatan tels1


3. perhatikan kutipan khayalan berikut! suatu hari, pot yang retak berkata kepada si nenek. “nek, aku malu, k. retak di tubuhku ini aku hanya bisa mena …

mpung sedikit air hanya setiap har si nenek tersenyum, “apakah kamu tidak melihat, bahwa di sejauh bersumber apartemen ke perigi, ada banyak anakan yang bertaruk di jihat yang kam dan bukan arah yang satunya? itu karena aku sudah lama tahu mengenai ro tubuhmu. dan aku sengaja menanam biji-kredit rente di selama perkembangan, nan kamu lalui. 4. tuliskan tiga pesan moral internal dongeng yang dapat kita hipotetis! 5. jelaskan manfaat melakukan gerakan loncat makao! mohon dibantu​


5. perhatikan kalimat berikut! tulislah kembali kalimat tersebut dengan memperalat kalimat efektif.​


Adakah pesan yang disampaikan maka dari itu penulis? jelaskan dengan ringkas!


Adakah ririt atau bait yang menurutmu paling kamu sukai, cak kenapa?


Kajian Syair


Toleransi


Karya Chairil Anwar

Aku bukan bisa tidur

Basyar ngomong, anjing nggonggong

Dunia jauh mengabur

Mendung mendinding bencana

Dihantam suara bertalu-talu

Disebelahnya api dan batu

Aku hendak bicara

Suaraku hilang, tenaga terbang

Sudah ! bukan jadi apa-apa!

Ini celih disapa, ambil perduli

Persisten membeku air kali

Dan nyawa bukan hayat pun

Kuulangi yang lewat kembali

Sambil bertutup kuping, berpicing indra penglihatan

Menunggu reda yang perlu tiba


Analisis puisi

v



Pembukaan ( Diksi )

Kata nan digunakan n domestik puisi disamping tidaklah terlalu rumpil bakal di pahami hanya estetisnya konsisten tertumbuk pandangan dengan penyusunan dan eksploitasi kata yang ekspresif kreatif (lisensia puitika) hipotetis : kata “nggonggong”

v



Baris

Larik dalam puisi tersebut menandakan sajak disamping merupakan puisi baru. Penggolongan ini ditandai dengan besaran kata internal lariknya yang tidak menentu, kadang 3,4,5 bahkan sampai 6 perkenalan awal.

v



Kuplet

Jumlah bait tembang “kesabaran” ini terdiri dari 6,4,2,3. Sehingga, dapat ditandai bahwa puisi ini tergolong menjadi puisi tembang baru dikarenakan jumlah lariknya yang tidak dibatasi namun tetap memiliki kesatuan makna.

v



Bunyi

Rima yang membentuk puisi disamping menciptakan keayuan sehingga sajak ini mejadi eco didengar, meskipun sonder dilagukan. Repetisi obstulen penutup begitu juga : tidur, mengabur, batu, talu, abu, hilang, hilang akal, hidup, kali, lagi, kuulangi, kembali, reda, tiba.

v



Makna

Makna stanza pertama





Perekam bukan dapat tenang maupun tidak dapat merasakan ketenangan dalam hidupnya saat itu. Begitu banyak orang-manusia yang rajin menjelekkan makhluk lain. Marcapada dan nasib sudah tidak dapat dibedakan sekali lagi kemujaraban dan masalah nan cak semau didalamnya hanyalah kekerasan hati yang sungguhpun ditegur semata-mata tetap tidak didengar.

Makna bait kedua

           Penulis hendak mengedepankan isi hati, manah dan sarannya tetapi semuanya batal dikarenakan semuanya enggak dihiraukan dan tidak didengarkan bahkan tidak di anggap.

Makna bait ketiga

           Kedamaian dan ketenangan sudah bukan ada lagi bahkan kehidupan seperti tidak selayaknya kehidupan.

Makna bait keempat

Kembali si penulis mengidungkan isi hatinya. Pada alhasil karena penulis merasa lain dihiraukan juga maka ia pun tidak memperdulikan lagi dan belaka bercita-cita akan terserah ketenteraman dan akhir berusul semuanya itu.

Source: https://mempelajari.com/makna-puisi-kesabaran-karya-chairil-anwar