Renungan Kejadian 1 1 31

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Ki alat kerjakan bertumbuh privat iman & menjadi syahid Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 3 Januari 2022
Bacaan : Keadaan 1:1-31
Setahun: Hal 7-9
Nats: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan manjapada. (Kejadian 1:1)

Renungan:

Siapa PENCIPTA ALLAH?

Koteng ibu menanya kepada seorang dosen di sekolah teologi, “Anak asuh saya ingin luang barangkali yang menciptakan Tuhan. Segala yang harus saya jawab kepadanya?” Sang dosen menjawab, “Beritahu saja sira bahwa tak ada yang menciptakan Allah. Dia rajin ada dan akan selalu terserah.” “Tetapi ia yunior berusia 6 tahun. Ia tidak akan mengerti jawaban seperti mana itu, ” balas si ibu. “Musim ia berumur 60 tahun lagi, anda masih tidak akan mengarifi jawaban itu, tetapi beritahu saja dia, karena itulah kebenaran, ” jawab sang dosen.

Suka-suka bermacam-macam teori adapun pangkal mula alam semesta, namun semua itu hanya berupa dugaan-asumsi. Tetapi Bibel memberitahu kita bahwa cak semau satu penyebab berpokok segala apa yang ada. Dialah Halikuljabbar, yang telah ada dan bertakhta dari kekal (Mzm. 93:2). Dialah yang menciptakan langit, bumi dan seluruh isi jagad raya. Dialah nan menciptakan perian, menjadikan siang dan lilin lebah, juga menjadikan makhluk menurut kerangka dan rupa-Nya, serta membagi mereka otoritas bakal berhak atas seluruh ciptaan.

Allah itu Mahahadir, selalu berada dan selamanya akan ada. Kamu telah, menengah dan akan ada. Kesahihan ini bukan tetapi selit belit dipahami oleh anak-anak, belaka makanya anak adam segala usia. Tetapi momen kita mengimani-Nya, kita bahkan bisa memiliki persemakmuran yang intim dengan-Nya, sebab Dia telah menyatakan diri, tak hanya melalui ciptaan-Nya, saja juga melalui Yesus Kristus, Firman nan menjadi manusia kerjakan menyelamatkan ciptaan yang berdosa. –HT/www.renunganharian.net

    MUSTAHIL MENGENAL Yang mahakuasa SECARA MENDALAM DENGAN UPAYA Orang, Alhasil Ia MENYINGKAPKAN DIRI-NYA AGAR KITA Dapat MENGENAL-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.kisa
e-RH piagam web: http://www.sabda.org/makrifat/e-rh/2020/01/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/01/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Injil: http://alkitab.hadis.org/?Hal+1:1-31

Kejadian 1:1-31

 1  Sreg tadinya Allah menciptakan langit dan bumi.
 2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Kehidupan Allah menyimpang-layang di atas permukaan air.
 3  Berfirmanlah Allah: “Jadilah kirana.” Terlampau terang itu jadi.
 4  Allah mengintai bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
 5  Dan Sang pencipta menamai terang itu siang, dan gelap itu lilin batik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
 6  Berfirmanlah Allah: “Jadilah falak di tengah segala air bakal memisahkan air dari air.”
 7  Maka Sang pencipta menjadikan cakrawala dan Ia merembukkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
 8  Lalu Tuhan menamai cakrawala itu langit. Jadilah tunggang dan jadilah pagi, itulah musim kedua.
 9  Berfirmanlah Yang mahakuasa: “Hendaklah segala air nan di radiks langit berkumpul pada satu wadah, sehingga kelihatan yang cengkar.” Dan jadilah demikian.
10  Suntuk Tuhan menyebut yang tandus itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
11  Berfirmanlah Allah: “Hendaklah kapling menumbuhkan tunas-taruk muda, merecup-tumbuhan yang berbiji, barang apa spesies tanaman biji kemaluan-buahan yang menghasilkan biji zakar yang berbiji, supaya cak semau bersemi-pohon di bumi.” Dan jadilah demikian.
12  Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas remaja, apa diversifikasi tumbuh-pohon nan berbiji dan apa spesies pohon-pohonan yang menghasilkan biji kemaluan yang berbiji. Yang mahakuasa melihat bahwa semuanya itu baik.
13  Jadilah magrib dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
14  Berfirmanlah Almalik: “Jadilah benda-benda penerang puas horizon untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tera yang menunjukkan masa-musim yang loyal dan musim-hari dan periode-perian,
15  dan seumpama pencahaya pada falak biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
16  Maka Allah menjadikan kedua benda pencahaya nan raksasa itu, yakni yang lebih besar buat memecahkan siang dan yang lebih kecil bikin tanggulang malam, dan menjadikan lagi tanda jasa-medalion.
17  Allah mengedrop semuanya itu di cakrawala cak bagi mencahayai bumi,
18  dan bagi tanggulang siang dan lilin lebah, dan kerjakan merarai kilap dari gelap. Allah mematamatai bahwa semuanya itu baik.
19  Jadilah burit dan jadilah pagi, itulah musim keempat.
20  Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang vitalitas, dan hendaklah kalam beterbangan di atas bumi melintasi lengkung langit.”
21  Maka Allah menciptakan dabat-dabat laut nan besar dan segala jenis sosok usia yang berputar, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis butuh yang bersayap. Halikuljabbar melihat bahwa semuanya itu baik.
22  Habis Sang pencipta mengaruniai semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air n domestik laut, dan hendaklah burung-zakar di marcapada bertambah banyak.”
23  Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah masa kelima.
24  Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala apa macam binatang liar.” Dan jadilah demikian.
25  Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan barang apa jenis ternak dan segala diversifikasi binatang melata di muka bumi. Yang mahakuasa melihat bahwa semuanya itu baik.
26  Berfirmanlah Sang pencipta: “Baiklah Kita menjadikan basyar menurut rancangan dan rupa Kita, supaya mereka berwajib atas ikan-lauk di laut dan titit-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
27  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut rencana Allah diciptakan-Nya dia; adam dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28  Allah mengaruniai mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas lauk-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas apa dabat yang merayap di marcapada.”
29  Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku menerimakan kepadamu segala tumbuh-pohon nan berbiji di seluruh bumi dan barang apa pohon-pohonan nan buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
30  Tetapi kepada segala apa binatang di bumi dan barang apa titit di udara dan segala yang merayap di bumi, nan bernyawa, Kuberikan segala bertunas-tumbuhan plonco menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
31  Maka Tuhan melihat segala nan dijadikan-Nya itu, betapa amat baik. Jadilah sore dan jadilah pagi, itulah waktu keenam.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.perkataan nabi.org/?Peristiwa+7-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Situasi+7-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Buletin® tanpa maaf tertera dari penerbit.
Renungan Harian® nasib baik Yayasan Gloria — Copyright © 2022 Yayasan Gloria.
– – –
Anda diberkati melalui Renungan Buku harian®?
Jadilah berbahagia dengan kontributif pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.t. YAY GLORIA

Source: http://renungan.stefanussusanto.org/2020/01/e-rh-3-januari-kejadian-11-31-siapa.html