Robot Yang Berperilaku Seperti Manusia

Kata sandang ini ceratai dan mengajak diskusi tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dimiliki oleh robot, dengan bervariasi kemungkinannya di futur.

Halo guys, ketemu lagi sama gue, Ncen. Tajuk artikelnya kok serem banget? Kayak di film-sinema aja. Iya, sih, tapi gue enggak juga lebay, loh, gue mau nulis artikel ini karena gue cukup tertarik dengan ide bahwa bagaimana robot sudah (dan akan) menjadi bagian nan bermanfaat dalam sukma bani adam. Selain itu, beberapa waktu lalu, gue baca 2 sosi yang menurut gue keren banget, dan cukup menantang pemikiran gue. Buku pertama berjudul Hit Refresh dari Satya Nadella (CEO Microsoft) dan yang kedua merupakan Homo Deus dari Yuval Noah Harhari. Setelah gue membaca kedua kiat ini, gue bintang sartan pas penasaran, bahkan sampai menerawang jauh ke masa depan tentang bagaimana teknologi bisa memengaruhi kehidupan manusia. Nah, teknologi nan gue intensi yaitu
Artificial Intelligence (AI), atau dikenal pula sebagai kecerdasan buatan. Makara, kalo kita lihat kondisi teknologi sekarang, AI plong robot sudah lalu cukup usil, contohnya coba lo lihat video ini:

Gimana? Setelah nonton ini, apakah lo yakin dengan kata-alas kata Sophia bahwa robot cerdas sama dengan beliau akan membantu atma manusia di masa depan? Maupun lo malah serem lihat robot secerdas ini? Kerjakan dapat mempersalahkan ini lebih lanjur, gue memfokuskan pembahasan kepada Artificial Intelligence (AI).

Apa itu Artificial Intelligence?

Privat bahasa yang mudah dimengerti, AI itu merupakan mesin yang dapat berbuat keefektifan-fungsi kognitif yang kayak manusia bakal seperti mana “nanang” dan “memecahkan masalah”.

Terus apa bedanya dong mesin dengan Artificial Intelligence (kecerdikan buatan) dengan acara komputer absah?

Nah, kalo acara komputer tanpa AI, anda sekadar akan memberikan output sesuai dengan segala nan kita program. Kalo suka-suka variabel yang gak sesuai dengan algoritmanya, anda gak boleh memberikan output dengan benar. Sementara program dengan AI jauh lebih cerdas daripada program komputer legal. Contohnya pada saat lo mengetik sesuatu di Google Translate, apabila introduksi/kalimat yang lo ketik ternyata tidak akurat, AI di Google Translate bisa kontributif lo bikin betulin dengan cara memberi suggestions. Jadi sepantasnya AI itu udah ada di n domestik usia sehari-musim lo. Selain contoh google translate tadi, ada juga AI n domestik algoritma mesin pencarian Google, asisten pribadi seperti Siri & Cortana, game-game strategis rani empat yang dimainin di komputer, dan sebagainya.

AI yang terserah sekarang ini kian tepatnya disebut AI terbatas. Maksudnya merupakan AI nan terserah waktu ini “saja” bisa melakukan fungsi-kemustajaban tertentu aja seperti mana pembukaan tampang atau suara, pengejaran internet, atau menjalankan mobil yang bisa jalan sendiri. Sementara itu internal jangka hierarki, AI dipredikisikan untuk bisa menjadi AI general. AI general memungkinkan terciptanya mesin yang bisa mendekati kemampuan manusia internal melakukan berbagai hal seperti berpikir dalam-dalam, berkomunikasi dengan bahasa yang bisa dimengerti individu dan mesin, beralasan, berencana, dan sebagainya.

Teknologi AI koteng juga gak dapat dibilang misal “produk yunior” ya. Dari Era Tiongkok Klasik kembali senyatanya turunan udah memiliki ide untuk membuat AI, bahkan pada saat itu sudah ada robot keteter yang dapat bergerak sendiri, tentunya gak secanggih sang Sophia, ya. Nah, untuk teknologi AI modern sebagaimana nan kita gunakan pron bila ini, idenya sendiri telah dibincangkan sejak masa 1940-an, tapi karena jebluk bangunnya urut-urutan kultur makhluk (terutama di bidang teknologi), AI belum bersisa banyak tersentuh sreg ketika itu.

Teknologi AI mulai maling perasaan publik lagi di era 1990-an saat mesin bernama Deep Blue berhasil mengecundang juara manjapada permainan catur, Garry Kasparov. Kemudian publik sempat geger juga detik IBM Watson, mesin AI pelacak jawaban buatan IBM berhasil mengalahkan juara kuis Jeopardy dalam latar pengetahuan publik. Belakangan ini teknologi AI emang cukup menjadi perhatian banyak hamba allah. Bahkan, di tahun 2022 aja nih, skor pasar segala komoditas yang berbimbing dengan AI, baik itu hardware maupun software, sudah menjejak skor pasar bertambah dari USD 8 M (sekeliling Rp 108 Ufuk). Laju perkembangan AI bukan hal yang remeh.

Foto kehebohan marcapada saat mesin Deep Blue mengalahkan juara bumi Garry Kasparov dalam permainan catur.

Pro dan Kontra terhadap AI

Nah, ini adegan yang menurut gue menghirup banget untuk kita selidik.

Pro

Sekarang, AI sudah banyak sekali diaplikasikan menjadi suatu produk. Penggunaan AI sudah lalu membantu khalayak mengatasi berbagai masalah pelik dan meningkatkan produktivitas di berbagai satah seperti:

Di dunia kebugaran, AI digunakan pada manusia mesin yang mengasisteni tabib. Contohnya, Microsoft telah meluaskan AI nan boleh mendukung para mantri bagi menentukan diversifikasi obat dan perawatan apa yang ideal bagi pasien. Selain itu, ada juga Children’s National Medical Center di Washington yang telah sukses memperalat robot AI buat kondusif tindakan operasi ke pasien. Di rumah linu, AI sangat membantu intern hal diagnosis medis dan analisis detak dalaman. Robot juga digunakan untuk merawat khalayak jompo, konsultasi, dan pendeteksi tumor. Diperkirakan ada 90 startups yang meluaskan AI di insustri kebugaran ini.

Pengembangan manusia mesin terotomatis buat berbuat tindakan kampanye medis.

Di marcapada otomotif, perusahaan ternama yang terlibat dengan AI sebagai halnya Tesla, Google, Apple, telah mengamalkan penajaman mobil tanpa sopir. Beberapa juru mengatakan bahwa ke depannya manusia akan terlazim menggunakan kendaraan tanpa sopir.

Di pabrik ekonomi dan keuangan, AI mendukung di berbagai hal begitu juga investasi keuangan, pencataan keuangan, jual beli saham, penyemuan dan kriminalisasi di bank, dan bukan-enggak.

Di dunia penerbangan, AI digunakan buat mensimulasikan penerbangan sehingga pilot dapat diasisteni dengan memberikan embaran pergerakan yang terbaik, keterangan hal udara dan tekanan, dan tidak-lain.

Di n domestik dunia pendidikan, tutor robot telah diperkenalkan di inferior bagi mengajar anak-anak mulai berusul pelajaran biologi setakat dengan ilmu komputer, sungguhpun kejadian ini belum banyak dilakukan. Machine learning lega AI digunakan untuk memonten peristiwa-hal apa saja yang perlu diperbaiki pada masing-masing siswa dalam proses belajarnya.

Di bidang industri, robot bosor makan dijumpai untuk mengambil alih individu, terutama privat pekerjaan yang repetitif (iteratif-ulang). Lo mungkin udah sering liat mesin-mesin faali di pabrik-pabrik yang kondusif proses produksi sebuah produk.

Di bidang Human Resources, AI dimanfaatkan untuk proses perekrutan dan pengembangan sendang daya manusia. AI digunakan dalam menentukan pekerjaan yang cocok antara pelamar dan pencari kerja. Di tahun 2022 dan 2022, Unilever memperalat AI bakal seleksi karyawan nan berwatak entry level (itu loh, posisi pekerjaan yang lakukan karyawan yang baru masuk banget dunia kerja yang gak butuh camar duka banget). Unilever menggunakan ilmu neuroscience, analisis tampang dan suara minor dalam wawanrembuk, dan lain-lain untuk mendapatkan kandidat karyawan yang terbaik. Unilever telah memotong waktu kerja berpangkal empat  bulan menjadi empat ahad dan menghemat 50,000 jam para perekrut.

Di satah IT seorang gak usah ditanya pun, mesin-mesin AI udah banyak dipake untuk membantu para programmer intern melakukan kebobrokan solving.

Kemudian, coba lo dengerin lagu ini:

Lo percaya gak, kalo gue bilang irama ini dibuat makanya AI? Komposisi irama seindah ini tambahan pula dapat diciptakan oleh sebuah mesin AI yang bernama Iamus. Hebat, ya?

Kontra

Meskipun terlihat sangat menguntungkan cak bagi anak adam, ternyata AI dinilai dahulu berpotensi untuk menghasilkan sesuatu yang berbahaya untuk manusia dan lingkungannya. Banyak juru komputer & teknologi, serta ilmuwan seperti Alan Turing, I.J. Good, Stephen Hawking, Marvin Minsky, Bill Gates, Elon Musk, Stuart Russell, Peter Norvig, dll. mengatakan bahwa jalan teknologi AI ini terbiasa diawasi banget, karena berpotensi bakal merugikan basyar di kemudian hari. Potensi kegeruhan sosok akibat AI antara lain:

  • Eksistensi khalayak bisa punah karena supremsi AI. Lain seperti manusia, robot alias mesin AI tidak terikat pada hambatan biologis. Robot AI dapat aja nyari perigi energi sendiri, dan mereka gak perlu khawatir akan kejatuhan fisik seperti yang dialami manusia.
  • AI bisa aja menjadi terlalu berilmu, sehingga malah memperbudak manusia.
  • AI bisa meng-upgrade dan update dirinya sendiri, sehingga bukan menyelimuti kemungkinan kerjakan mereka bisa memiliki kesadaran nan setara atau mendekati individu.
  • Perkembangan AI bisa terjadi di luar asumsi. Saat ini terjadi, AI akan menjadi terik lakukan dikontrol oleh manusia.
  • Kegalauan enggak yang juga cukup besar adalah bagaimana AI nantinya akan menghilangkan lapangan kerja manusia. Lo kebayang gak, kalo suatu musim nanti di sekolah udah gak ada lagi suhu, tapi pengajarnya yakni robot. Pekerja konstruksi, pramusaji, dan banyak satah jalan hidup lainnya yang akan digantikan maka dari itu AI. Lebih-lebih, gak belaka pekerjaan nan gue sebutin barusan, bidang pekerjaan yang sarat dengan estetika/meres seni seperti musisi, komposer, penulis, desainer, dll. bisa aja nantinya diambil alih makanya AI. Ini sangat barangkali banget, loh, lo liat aja komplet si AI Iamus tadi.

Elon Musk, tokoh nan cukup vokal terhadap kronologi AI aja ngeri-takut sedap. Beliau aktif ikutan mantau jalan AI semoga tercipta AI yang lega dada bagi manusia. Musk bahkan nyumbang USD 10 juta (sekitar Rp135 miliar) lakukan Future of Life Institute dalam kerangka mendanai riset plong bagaimana AI membuat keputusan. Musk sekali lagi mendanai Google DeepMind dan Vicarious untuk memantau segala apa yang terjadi lega perkembangan AI. Ini semua Musk lakukan karena beliau mengendus adanya potensi bahaya di AI, sehingga ia bener-bener secara serius memantaunya seyogiannya potensi bahaya itu gak muncul.

Bintang sartan sebenernya AI itu positif atau negatif kerjakan kita?

Oke, gue pulang ingatan segala yang gue jelaskan di atas masih secuil bagian mengenai topik penggunaan Artificial Intelligence. Masih buanyak banget hal yang bisa dibahas. Tapi di sini gue mau kasih perspektif ke lo tentang menyebelahi dan kontra yang terserah. Sepatutnya penjelasan pendek dan padat gue di atas bisa memancing curiosity lo untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang topik ini. Lebih bagus lagi kalo lo ikutan baca anak kunci Hit Refresh dan Homo Deus yang gue sebut di atas.

Pasca- membaca cerita gue di atas, bisa jadi bilang dari lo ada yang sekata dan gak sepakat mengenai masing-masing pro dan kontra AI. Menurut gue sendiri, tanggal dari memihak dan kontranya, AI merupakan sesuatu yang gak bisa kita hindarkan di hari depan. AI telah menjadi bagian di privat spirit sehari-periode kita dan AI akan semakin deket dengan sukma kita di masa depan. Nah, sekarang gue tanya balik nih ke lo:

Akankah robot nantinya sampai-sampai menguasai bani adam?

Bintang sartan, menurut lo, Artificial Intelligence ini berpotensi lakukan menggombeng atma menusia, maupun nantinya malah menjadi sumur kehancuran insan?

This is the million Dollar question, guys. Gue pengen tahu bagaimana pendapat lo terhadap perkembangan AI ini. Apakah lo pro, maupun kontra? Paparkan alasan lo di kolom komentar di asal, ya.

Sekian dulu tulisan gue mengenai AI. Gue berharap ini bisa menjadi topik yang seru cak bagi jadi diskusi kita.

Referensi:

Source: https://hasilcopa.com/kemampuan-robot-yang-dapat-berperilaku-seperti-manusia-karena-memanfaatkan