Sajak Doa Karya Apip Mustopa

PUISI KARYA APIP MUSTOPA: TINJAUAN STRUKTUR DAN Semiotika (Poem by Apip Mustopa: Structural and Semiotic Review)

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui makna yang ada pada tiga puisi karya Apip Mustopa. Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan puisi sebagai struktur yang menunggangi bahasa berwujud tanda atau lambang dan tanda baca yang maknanya berada plong tingkat kedua. Dalam penelitian ini untuk menganalisis hal tersebut peneliti memperalat metode pembacaan retroaktif, heuristik, dan hermeneutik dengan tanggulang lambang dan kode yang membuat puisi tersebut selain itu juga dilakukan amatan struktur puisi melalui lapis arti dan bunyi selain itu juga dilakukan penilaian dan suara miring lakukan memafhumi relevansi plong musim sekarang. Dari hasil riset ditemukan bahwa puisi Apip Mustofa mencoba menyingkapkan realitas sosial berupa kelaparan, kesulitan kancah tinggal yang disebabkan oleh air sebak dan menyebabkan trauma. Selain itu terdapat lagi religiusitas yang nyata sapaan Sang pencipta terhadap tingkah laku manusia yang selalu mengancaikan tanda-tandanya dan juga upaya pertobatan yang tidak sempurna karena bagasi hidup yang masih menyertai. Sementara pesan yang terkandung dalam puisi tersebut masih relevan dengan kejadian sekarang.

This research aims to determine the meanings of the three poems by Apip Mustopa. The problem in this research relates to poetry as a structure that uses language in the form of signs or symbols and symbols whose meanings are at the second level. In this research to analyze this the researcher used retroactive, heuristic, and hermeneutic reading methods by solving the symbols and codes that make up the poem. Besides that, an analysis of the structure of poetry was carried out through a layer of meaning and sound, and it was also carried out by judgments and criticisms to find out the relevance of the present. From the results of the research it was found that Apip Mustofa’s poetry tried to express the social reality of hunger, housing difficulties caused by flooding and causing trauma. In addition, there is also religiosity in the form of God’s rebuke of human behavior which always ignores the signs and efforts of imperfect repentance because of the burden of life that is still accompanying. While the message contained in the poem is still relevant to the current situation.

Keywords

struktur; pembacaan semiotika; suara minor; mustofa; structure, remiotic reading, criticism,

DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v1i2.58

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

height=

WIDYASASTRA INDEXED BY:

Source: https://widyasastra.kemdikbud.go.id/index.php/widyasastra/article/view/58