Senjata Tradisional Kepulauan Bangka Belitung

Senjata Tradisional Bangka Belitung –
Indonesia bukan doang mempunyai kekayaan standard dan sendang daya anak adam sekadar yang raksasa dan tersebar dari Sabang setakat Merauke.

Keseleo satu kekayaan nan dimiliki negeri ini yakni berjenis-jenis spesies kebudayaan. Salah satu hasil kebudayaan masyarakat Indonesia yaitu senjata tradisional yang tentunya tidak dimiliki negara manapun di dunia ini.

Dari sekian banyaknya kewedanan yang ada di Indonesia, semuanya punya senjata tradisional dengan ciri individual daerah masing-masing. Sejajar halnya dengan Bangka Belitung, yang juga memiliki senjata tradisional dengan ciri singularis tertentu.


Senjata tradisional adalah huruf angka dari setiap wilayah di Indonesia dan yaitu pelecok suatu keberbagaian budaya yang memiliki makna khusus.

Cukuplah, sebelum kita ceratai lebih jauh mengenai jenis varietas senjata tradisional Bangka Belitung, yuk kita cari senggang dulu sejarah singkat Provinsi Bangka Belitung.

Daftar Isi

  • 1
    Sejarah Bangka Belitung
  • 2
    Macam Macam Senjata Tradisional Bangka Belitung

    • 2.1
      Senjata Tradisional Parang
    • 2.2
      Senjata Tradisional Bangka Belitung Siwar
    • 2.3
      Senjata Tradisional Kedik Bangka Belitung

      • 2.3.1
        Bentuk Senjata Tradisional Kedik
      • 2.3.2
        Bahan Pembuatan Senjata Tradisional Kedik
  • 3
    Penghentian

    • 3.1
      Bagikan ini:
    • 3.2
      Menyukai ini:

Sejarah Bangka Belitung

sejarah bangka belitung
by belitungtranspot.blogspot.com

Bangka Belitung terdiri semenjak dua pulau utama, yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil lainnya.

Sebelum terpelajar menjadi salah satu wilayah di Indonesia, Bangka Belitung adalah kawasan taklukan Kerajaan Sriwijaya, Imperium Mataram dan Kekaisaran Majapahit.

Selain itu, Bangka kembali menjadi dominion Inggris nan kemudian dilanjutkan penjajahannya maka dari itu Negara Belanda di daerah Muntok puas tgl 10 Desember 1816.

Nah, sepanjang dijajah Belanda, banyak sekali kekayaan alam Bangka yang diambil oleh para penjajah.

Baru lebih jauh setelah kedaulatan Indonesia, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 27 Tahun 2000 kawasan Bangka ditetapkan sebagai provinsi ke-31.

Bangka Belitung yang sebeumnya menjadi bagian Kewedanan Sumatera Selatan resmi menjadi kewedanan baru. Ibu ii kabupaten Bangka Belitung yakni Pangkalpinang.

Macam Macam Senjata Tradisional Bangka Belitung

Indonesia mempunyai berbagai jenis senjata tradisional. Sekadar, senjata tradisional Bangka Belitung memiliki ciri khas tersendiri.

Jika senjata tradisional Bali faktual keris Bali, wedhung Bali, kandik Bali dan penampad Bali. Maka, senjata tradisional Bangka Belitung ada siwar, kedik dan parang.

Penasaran kan seperti apa bentuk senjata tradisional bermula negeri Bangka Belitung? Yuk, simak baik- baik penjelasan tipe macam senjata tradisional BaBel (Bangka Belitung).

Senjata Tradisional Parang

 senjata tradisional bangka belitung
pict by zonabangkabelitung.blogspot.com/

Bendo adalah salah satu senjata tradisional solo negeri Bangka Belitung nan bentuknya begitu juga layar kapal dengan bagian ujung parang pepat.

Senjata destar, sering digunakan untuk perkelahian jarak pendek. Kalau dilihat berasal bentuknya, senjata parang Bangka mirip dengan senjata golok di Jawa.

Sekadar saja, ujung saluk Bangka abnormal lebar dan rumit. Tujuannya seharusnya bobotnya meningkat dan korban senjata parang dapat terpotong dengan cepat.

Ketu udeng Bangka berdiameter madya sekitar 40 cm.  Biasanya digunakan bakal menebang pohon karena bobot ujung destar lebih besar dan lebih terik.

Fragmen tengah dan episode ujung senjata destar akan berat ketika diayunkan. Peristiwa ini berujud kerjakan meningkatkan kekuatan terjangan dengan senjata ketika adapun oponen.

Ketika senjata ketu udeng diayunkan, maka akan memberi tekanan yang awet dan akan ekstrem ketika menancap. Alasannya karena pelik bagian ujung parang sengaja dirancang dengan berat tertentu.


Produksi parang yang memadai terkenal di daerang Bangka Belitung ialah Saluk Badau.

Produksi parang di Bangka Belitung telah terserah sejak abad ke-17. Hal ini diungkapkan makanya salah suatu Dosen Sejarah Kolonial Universitas Amsterdam merupakan W.S Stapel pada buku Aanvullende Gegevens Geschiedenis Billiton, tahun 1938.

Dalam bukunya, Stapel mengatakan bahwa puas pertama abad ke-17 Bangka Belitung, sudah ada rangkaian dagang dengan beberapa wilayah yang diduduki Belanda, terutama pertalian dengan Batavia.

Untuk memperkuat penyataan tersebut, Stapel mencoket beberapa kutipan dari buku register harian Batavia. Di dalam buku tersebut dijelaskan hubungan niaga antara Batavia dan Belitung berusul hari 1640-1665.

Nah, dalam jangka waktu tersebut, Bangka Belitung mutakadim tercantum pernah mengirim tongkang dengan 21 awak yang membawa 10.000 bahara berisi destar dan pisau penebang. Angka yang segara lain sahabat?

Senjata Tradisional Bangka Belitung Siwar

senjata tradisional Bangka Belitung siwar
by themoondoggies.com

Bangka Belitung adalah salah satu wilayah di Indonesia yang terdiri dari dua pulau terdahulu, adalah Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulai kecil lainnya.

Siwar yakni salah satu senjata tradisional Bangka nan hampir mirip dengan golok. Cuma, seandainya dilihat berpokok ukurannya siwar ada yang bentuknya pangkat dan suka-suka nan bentuknya pendek.

Senjata siwar panjang hampir menyerupai senjata Mandau pecah Kalimantan Barat. Namun, perbedaannya merupakan lain pekuk. Rang siwar rata, lurus, pipih dan ringan kalau diayunkan.

Senjata siwar sengaja dirancang dari segi jenjang, matra dan sukar menyesuaikan dengan kebutuhan.

Selain itu, senjata siwar memiliki arti yaitu belumsiwar panjang yang sengaja dirancang dengan n kepunyaan dua indra penglihatan tajam seoerti silet.

Senjata siwar yang dirancang khusus seringkali digunakan n domestik pemberontakan, contohnya pertempuran kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya yaitu senjata siwar ringkas. Tangga senjata tradisional siwar singkat seukuran dengan belati atau keris.

Nah, tipe siwar singkat ini dirancang unik cak bagi menusuk lawan dalam pertarungan jarak dekat.  Siwar ini sangat drastis dan memiliki ketebalan tipis, bagian tengahnya n kepunyaan lengkung yang berfungsi kerjakan merompes lawan.

Pada zaman dahulu, keberagaman siwar sumir digunakan oleh pendekar Bangka Belitung ibarat senjata anak kunci yang akan dikeluarkan ketika terdesak dalam persangkalan jarak singkat,

Senjata Tradisional Kedik Bangka Belitung

senjata tradisional bangka belitung
pict by tradisikita.id

Kedik yakni senjata tradisional yang masuk kategori senjata tajam dan kebanyakan digunakan awam Bangka Belitung bagi alat pertanian.

Masyarakat Bangka Belitung umumnya memperalat senjata kedik n domestik persawahan, contohnya perkebunan lada.

Pada umumnya, senjata kedik hampir sebagaimana senjata tradisional lainnya yang berada di Pulau Sumatera.


Dalam pemakaian senjata kedik Bangka Belitung, si pemakai harus jongkok dan bergerak mengaret ataupun menyamping. Senjata tradisional ini, digunakan dengan cara diletakkan pada tanah dan ditarik ke belakang. Hal ini tentu akan lebih efektif unruk menerangkan rumput liar disekitar pertanian.

Arti senjata tradisional kedik, selain digunakan laksana alat lakukan mempertahankan diri mulai sejak serangan musuh, yakni sebagai senjata adat pada program sifat, dan pula digunakan andai senjata tradisional umum privat berkebun. Situasi itu bertujuan untuk meringankan beban umum dalam berkebun.


Senjata kedik oleh mahajana Bangka Belitung dikenal dengan senjata tradisional ketu udeng

Bangkok.

Karena perkebunan lombok di Belitung sangat banyak sekali, maka senjata kedik rata-rata digunakan umum dalam merawat perkebunan lada.

Senjata kedik digunakan dengan pendirian meletakan di atas tanah dan memangkas berbagai varietas jukut palsu alias ilalang yang tumbuh di perkebunan.

Terlebih juga, lega zaman tinggal masih belum suka-suka mesin pembersih rumput yang bisa digunakan. Nah, dengan adanya senjata kedik yang memiliki berbagai keistimewaan, tentu akan sangat mendukung masyarakat setempat.

Dengan menggunakan senjata tradisional ini, ialah kedik bagi masyarakat yang memiliki pertanian lada sangatlah terbantu. Karena dulu banyak sekali rumput liar nan menganggu pertumbuhan lada. Kedik hanya dapat digunakan untuk menjernihkan jenis rumput yang kecil atau spesies rumput nan bertunas dengan akar susu nan dangkal.

Baca Juga :√ Senjata Tradisional Nusa Tenggara Barat dan Penjelasannya Model!

Rajah Senjata Tradisional Kedik

Lembaga kedik telah dijelaskan diawal, yaitu menyerupai bentuk parang atau bentuk mimi. Hanya hanya bedanya, senjata ini memiliki bilah nan bengkok atau membusar.

Karena itu, dibeberapa daerah Bangka, masyarakat banyak yang menjuluki senjata tersebut dengan sebutan Parang Bingkok. Bingkok yang memiliki arti bengkok.

Senjata kedik jika dilihat dari segi dimensi, mempunyai ukuran yang cukup samudra. Kedik Bangka Belitung memilki ukuran dengan tangga 38 cm sampai 50 cm, namun komposit benda tidak sesak berat. Umumnya massa kedik tidak lebih dari 2 kg.

Bahan Pembuatan Senjata Tradisional Kedik

Bahan pembuatan kedik memang tak terlalu sulit dan sepan mudah lakukan ditemukan. Target senjata tradisional kedik damping seperti bahan pembuatan senjata parang.

Hanya membutuhkan ferum sebagai bahan pembuatan alat penglihatan pisaunya dan gawang sebagai hulu kedik. Perbedaan pembuatan senjata destar dan kedik hanya terdapat plong logam yang harus dibengkokan atau dibentuk cacat membusar plong bagian atasnya.

Penutupan

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan. Mudah-mudahan dengan adanya deklarasi ini, menambah butir-butir kita mengenai salah satu budaya Indonesia yang saat ini mutakadim elusif ditemui dan hampir pudar.

Terimakasih sudah melawat ke website kita, sepatutnya bermanfaat.

Source: https://lenteramata.com/senjata-tradisional-bangka-belitung/