Siapa Saja Yang Terlibat Dalam

Jakarta

Peristiwa
Rengasdengklok
terjadi pada 16 Agustus 1945 martil 04.00 WIB. Pasca melakukan berapit di Cikini 71, para utusan golongan muda berkiblat ke Bung Karno dan Bung Hatta pada 15 Agustus 1945 lilin batik.

Agenda para utusan golongan taruna itu adalah meminggirkan supaya proklamasi diadakan pada 16 Agustus 1945. Sahaja, Ir. Soekarno menjorokkan dan berseregang akan mendiskusikannya lebih dahulu dengan para konsul PPKI.

Mengutip anak kunci
Saat-Detik Proklamasi (2011)
oleh Arifin Suryo Nugroho dan Ipong Jazimah, penolakan Soekarno-Hatta ini menjadi dasar atas penculikan ke Rengasdengklok. Supaya begitu, perkenalan awal “penculikan” itu seorang banyak mengakui bantahan berbunga para pelaku rekaman seperti Latief Hendraningrat.


Pasalnya, menurut Latief maksud para perjaka ini merupakan menjauhkan Bung Karno dan Hatta bersumber Jakarta. Sebab, ada potensi campur tangan dari para pimpinan militer serta pemerintah Jepang.

Meski golongan tua berpendapat untuk merapatkannya terlebih dahulu dengan para anggota PPKI, golongan remaja berpikir bahwa PPKI adalah bentukan Jepang, terlepas dari anggotanya yang semenjak dari Indonesia. Menurut mereka kemerdekaan teradat diraih dan diperjuangkan sendiri dan terlepas berusul segala sesuatu nan berbau Jepang. Desakan para golongan muda sreg alhasil mengangkut berkah dengan cara menyegerakan pelaksanaan proklamasi kedaulatan.

Bagaimana dan di Mana Peristiwa Rengasdengklok Terjadi?

Rengasdengklok yakni wilayah kecamatan yang lokasinya sekitar 20 km di arah utara Karawang, Jawa Barat. Lokasinya cukup dekat di sisi Sungai Citarum.

Wilayah tersebut termasuk kewedanan pemasok beras di Karawang. Letaknya kembali dempang dengan pantai dan Kota Jakarta.

Ketika para golongan muda gagal membujuk Soekarno dan Hatta, mereka memintasi keduanya pecah pengaruh Jepang dengan membawanya ke rumah milik Djiauw Kie Siong di Kampung Bojong,
Rengasdengklok. Djiauw Kie Siong adalah orang tani kecil anak cucu Tionghoa.

Bersama dengan Ir. Soekarno dan Bung Hatta, Fatmawati dan Guntur Soekarnoputra juga ikut dibawa.

Lokasi Rengasdengklok dipilih karena pada zaman kolonialisme Jepang, distrik tersebut dijadikan tangsi Pembela Tanah Air (PETA) di bawah Purwakarta dan n kepunyaan Daidan PETA di Jaga Monyet Rengasdengklok. Selain itu, Rengasdengklok letaknya terpencil.

Disebabkan lokasinya yang terpencil itu, apabila ada gerakan Jepang condong ke sana, maka bisa buru-buru dideteksi. Oleh sebab itu, Rengasdengklok dinilai aman dari Jepang.

Pertimbangan militer inilah yang membuat para golongan muda yang diwakili Sukarni, Singgih, dan Jusuf Kunto mengirimkan Bung Karno ke Rengasdengklok dengan otomobil nan dikemudikan maka itu Iding atau Winoto Danu Asmoro.

Akan namun, Kepala negara RI pertama dan wakilnya tak sebatas 24 jam di Rengasdengklok. Setelah kesatuan hati golongan tua yang diwakili makanya Achmad Soebardjo dengan Wikana, maka dihasilkanlah persetujuan bahwa otonomi harus dinyatakan di Jakarta. Soebardjo pun akhirnya menjemput Bung Karno dan Bung Hatta bakal kembali ke Jakarta.

Siapa Saja nan Terlibat n domestik Peristiwa Rengasdengklok?

Beberapa aktor muslihat dalam situasi Rengasdengklok adalah:

  • Soekarno: tokoh yang didesak golongan muda buat segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia
  • Mohammad Hatta: bersama Bung Karno ke Rengasdengklok untuk mengekspresikan proklamasi secara kolektif
  • Achmad Soebardjo: mediator perdebatan antara golongan muda dan tua
  • Sukarni: golongan remaja yang menculik Bung Karno-Hatta ke Rengasdengklok
  • Jusuf Kunto: ikut menyusun rangka dan bersama dengan Sukarni serta beberapa pemrakarsa golongan muda lainnya menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok
  • Chairul Saleh: memandu berpasangan bermakna cak bagi menetapkan lokasi dan tanggal proklamasi independensi
  • Sayuti Melik: pengetik teks proklamasi
  • Subianto: masuk dalam bersampingan-berdempetan keladak jelang kemerdekaan, bersama dengan golongan tua dan muda.

Demi mengenang peristiwa historis ini, di eks markas kompi Denah, Kampung Bojong, dibangun monumen atau tugu
Rengasdengklok. Monumen yang juga dikenal sebagai Tugu Kebulatan Tekad itu diresmikan pada 17 Agustus 1950.

Simak Video “Arti Kebebasan Kerjakan Traveler? “Kepingin Liburan Tanpa Masker”

[Gambas:Video 20detik]
(nah/erd)

Source: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6237971/16-agustus-77-tahun-lalu-peristiwa-rengasdengklok-terjadi-siapa-saja-yang-terlibat