Soal Uji Kompetensi Pamong Belajar

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Lega Pendidikan Nonformal

Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pada Pendidikan Nonformal Siswantari Anak kunci Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemdiknas Email: [email protected] Contoh: Pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) menjawat peran yang begitu terdepan dalam upaya

meningkatkan mutu pendidikan, termaktub pada pendidikan non-formal. Bikin itu Pemerintah camar

berupaya kerjakan meningkatkan kompetensi mereka. Namun demikian, kompetensi mereka belum banyak diketahui. Dengan mengetahui kompetensi mereka, perancangan pelatihan dapat dilakukan dengan

lebih efisien dan efektif. Lingkup penggalian ini membentangi program Paket A dan Pak B. Pendidik yaitu tutor program Kemasan A dan Bungkusan B nan tak merangkap sebagai hawa di sekolah dan pamong belajar kerumunan kerja (pokja) pendidikan kesetaraan di P2PNFI dan BPPNFI, BPKB, dan SKB.

Tenaga

Kependidikan menutupi pengelola kelompok belajar Buntelan A dan Paket B serta Penilik. Pengumpulan data

dilakukan dengan memberi tes kepada responden dan wawancara dengan beberapa responden. Hasil

tes menunjuk-nunjukkan bahwa kompetensi mereka secara umum masih rendah. Dengan demikian diperlukan upaya Pemerintah dan pemerintah daerah buat meningkatkan kompetensi mereka dalam bentuk meningkatkan mutu pendidikan non-sah.

Prolog kunci: Pendidikan non-konvensional, tutor, pamong membiasakan, pengelola kelompok belajar, Penilik.

Abstract: Teacher and education personnel have important roles to improve the quality of education, including non-formal education. Government always improves their competence. However, so far not

many people know about their competence. By knowing their competence, then training can be designed more efficiently and more effectively. The scope of the study are Package A and Package B programs.

Educator is a tutor for programa Package A and Package B which at the same time is not a teacher in schools. Including educator is pamong sparing who handle kesetaraan education in P2PNFI and BPPNFI,

BPKB, and SKB. Education personnel include study group manager of Package A and/or Package B and inspectors (Juru ramal). The data was collected by

tentamen

the respondents and interviews with some

respondents. The test results showed that their competence is generally still low. Thus the necessary

effort of the Government and local governments is to improve their competence in bestelan to improve the quality of non-formal education.

Key words: non-formal education, tutor, pamong belajar, study group manager, penilik.

Pendahuluan

proses penyetaraan, tamatan PNF dihargai setara

adapun Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN)

peningkatan mutiara lagi menjadi prioritas PNFI.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 periode 2003

pasal 26, pendidikan non formal (PNF) adalah penggant i, penamba h, dan/ataupun pele ngkap

pendidikan jamak dalam rangka mendukung pendidikan sejauh hayat. Salah satu acara

PNF yang berlaku bak pengganti adalah Pendidikan Ekualitas. Di Indonesia, programa PNF pendidikan

keset araa n

ditekankan

pada

penguasaan informasi dan kesigapan fungsional serta pengembangan si kap dan kepribadian professional. Selanjutnya, melalui

dengan pendidikan

fo rmal.

Selain

a kses,

Meskipun pemerintah telah mengerjakan berbagai

program eskalasi, pertambahan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dirasakan belum optimal terutama kerumahtanggaan upaya peningkatan

mutu. Dilatarbelakangi permasalahan tersebut,

pengkajian ini dilakukan dengan maksud mengidentifikasi berbagai ko mpetensi par a PTK pendidikan

kesetaraan

momen

i ni

maupun

kompentensi yang diperlukan sesuai dengan barometer yang ditetapkan.

539

Jurnal Pendidikan dan Tamadun, Vol. 17, Nomor 5, September 2022

Pe rmasalahan

yang

cak semau

yakni

belum

dari masyarakat yang bertugas dalam merencana-

yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam

pembelajaran pada pendidikan kesetaraan; dan

diketahuinya kebutuhan pelatihan para PTK PNF

melaksanakan tugas dan fungsinya. Mengenai harapan umum studi ini di maksudkan untuk menyiagakan target rumusan kebijakan dalam

rencana memberikan pemerolehan tercalit dengan kebutuhan pelatihan bagi para PTKPNF internal

cerek, melaksanakan, mengeval uasi pro ses 4) Pengelola PKBM adalah ketua PKBM, sekretaris

dan bendahara yang dibe ri centung tuga s da horizon kewenangan mengurus penyelenggaraan gerendel kegiatan belajar masyarakat.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan pem-

upaya meningkatkan kompetensi mereka agar

belajaran di lingkungan pendidikan nonformal

o ptimal. Se cara khas, tujuan st udi ini

ketersediaan tenaga kependidikan nonformal.

boleh melaksanakan tugas dan fungsinya secara

dimaksudkan untuk mendapatkan data dan pengumuman tentang: 1) Tingkat kompetensi PTKPNF;

2) Tingkat keterangan PTKPNF tentang SNP; dan 3) Faktor-faktor yang dempang kaitannya dengan tingkat kompetensi PTKPNF.

akan sangat ditentukan oleh kompetensi dan Ketersedian boleh dilihat dari jumlah tenaga kepe ndidikan yang suka-suka, kualifikasi t enaga kependidikan, lama mengajar, dan usia. Semakin

banyak tenaga kependidikan nonformal yang

tersedia dengan kualifikasi yang memadai dan semakin berpengalaman mereka, semakin baik

Amatan Teks

Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Pendidikan Non-formal (PTK-PNF)

kuali tas ke giat an pembelajaran no nformal tersebut.

Intern kajian ini PTK-PNF dibatasi pada tutor

Pendidikan non-formal ialah kempang pendidikan di

kesetaraan bikin program kelongsong A dan paket B.

secara terstruktur dan bertajuk dan berfungsi

kompetensi PTK-PNF melintasi LPMP adalah tenaga

luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan buat mengembangkan potensi peserta pelihara dengan penekanan plong mualamat akademik dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan karakter professional.

Tenaga kepe ndidikan nonformal adalah

Tutor Kufu dalam pedoman pemetaan yang berasal bersumber masyarakat yang bertugas

internal merencanakan, melaksanakan, meng-

evaluasi proses penerimaan puas pendidikan ekuivalensi.

tenaga kerja yang menindak pendidikan non

Programa Pendidikan Ekuivalensi

melaksanakan proses pembelajaran. Kegiatan

Program Pendidikan Kesetaraan, yang meliputi

fo rmal nan be rtugas merencanakan da n pembelajaran mengikutsertakan anasir tenaga kependidikan dan unsur siswa didik (WB) yang dididik.

Dalam Pedoman Pemetaan Kompetensi PTK-PNF terdiri dari 10 spesies, 4 di antaranya yang terkait

dengan studi ini ialah: 1) pamong belajar adalah Pendidik PNF yang berstatus pegawai negeri sipil

(PNS) yang berbenda di unit pelaksana teknis (UPT)

pusat dan UPT Daerah dan satuan PNFI nan

bertugas kerjakan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mengkaji program, dan pengembangan

model PNFI; 2) penilik adalah tenaga kependidikan

PNF yang berstatus tenaga kerja negeri sipil (PNS) bertugas untuk melaksanakan pengendalian mutu

program pendidikan nonformal dan informal (PNFI) melalui

kegiatan

p emantauan,

penil aian,

pembimbingan dan pembinaan serta evaluasi dampak program PNFI di tingkat kabupaten/daerah tingkat;

3) Tutor Paritas adalah tenaga yang berpunca 540

Riuk suatu acara Pendidikan Non Lazim adalah

program Kelompok belajar paket A setara SD,

Ke lo mpok Be lajar p ake n B set kiara SMP d an Kelompok Belajar buntelan C proporsional SMA. Pendidikan

non baku yang difokuskan dalam penelitian ini adalah program pendidikan paritas. Berkaitan

dengan acara penuntasan terlazim sparing 9

perian, maka dal am penelitian ini program

kesetaraan dibatasi pada programa kemasan A dan paket B. Signifikansi cangkang A pendidikan kesetara-

an dalam pedoman pembelajaran pendidikan kesetaraan merupakan programa pendidikan bawah lega jalur pendidikan nonformal nan bisa diikuti

oleh pelajar ajar yang kepingin menyelesaikan pendidikan setara SD/Laksa. Lulusan programa paket

A berhak mendapat ijazah dan diakui setara

dengan ijazah SD/Bihun. Sementara itu pengertian program paket B adalah program pendidikan asal puas jalur pendidikan nonformal yang

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pada Pendidikan Nonformal

dapat diikuti oleh peserta didik yang cak hendak

derajat cap setiap komponennya, berkepribadian

Eks acara sampul B berwajib mendapat ijazah

sekolah yang baik bukan satu-satunya-alat penglihatan dilihat mulai sejak

menyelesaikan pendidikan seimbang SMP/MTs. dan diakui setara dengan ijazah SMP/MTs. Mutiara Pendidikan

Dalam dokumen Education for All (EFA) global

monitoring report, UNESCO (2005) menggarisbawahi bahwa capaian berpangkal partisipasi mendunia

relatif, dan demap suka-suka intern skala. Ukuran kesempurnaan komponennya dan maslahat/ kemustajaban yang dimilikinya, melainkan diukur lagi berusul kemampuan sekolah tersebut mengantisipasi

perubahan, ko nflik, sert a kekurangan at au kelemahan nan ada internal dirinya.

Depdiknas mengemukakan paradigma mutu

dalam pendidikan secara fundamental tergantung

n domestik konteks pendidikan, mencaplok input,

pendidikan yang dirumuskan oleh UNESCO (2005)

Lebih lanjut dijelaskan bahwa input pendidikan

lega kuali tas pe ndidikan. Definisi kuali tas mengala mi perke mbangan. Pad a dekl arasi

pendidikan untuk semua (EFA) musim 1990an,

UNESCO belum memiliki definisi yang jelas

akan halnya kualitas pendidikan. Signifikasi bertambah jelas, nampak dalam Kerangka Usaha Bahaduri (the

Dakar Framework for Action), pada inskripsi Learning to Be: The World of Education Today and

Tomorrow, pada dokumen Learning: The Treasure

Within. Akhirnya pada Table on Quality of Education

di Paris pada tahun 2003, UNESCO menargetkan akses terhadap kualitas pendidikan misal hak

asasi individu (Pigozzi, 2004 privat UNESCO, 2005). Pengertian mutiara pula didefinisikan sebagai

human capital, pendidikan ialah unsur nan memainkan peranan terdahulu dan signifikan dalam

pertumbuhan ekonomi, sehingga pengeluaran pendi di morong diperhit ungkan seb agai susuk investasi (Olanivan & Okemakinde, 2008). Konsep

pendidikan perumpamaan human capital memiliki gancu erat dengan konsep efektivitas dan pertambahan sekolah.

Hargreaves (2001) mencoba meng-

integrasikan konsep-konsep tersebut menjadi sebuah konsep ideal yang memiliki empat guru

konsep merupakan: outcome, leverage, modal intelectual, dan modal sosial. Berdasarkan urun pendapat tersebut,

terdapat dua konsep mutiara pendidikan yang

berbeda, antara perumusan UN ESCO da horizon formulasi teori human kapital yang cenderung digunakan oleh Bank Dunia internal mendefinisikan

mutu pendidikan. Namun demikian, sreg dasar-

nya n domestik implementasinya saling menunjang, adalah mutu pendidikan ditujukan untuk mening-

katkan kehidupannya baik secara ekonomi, atau hakekat semangat bani adam. Menakar Mutu Pendidikan

Ukuran mutiara pendidikan di sekolah mengacu pada

proses, dan output pendidikan (Depdiknas, 2006).

adalah apa sesuatu nan harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses,

yang dimaksud sesuatu adalah maujud sumberdaya dan organ lunak serta harapan-maksud

sebagai pengusung bagi keberlangsungan proses. Input sumberdaya meliputi sumberdaya manusia (seperti pemimpin, dosen, konselor, pesuluh asuh) dan sumberdaya selebihnya (peralatan, gawai,

uang mangsa-bahan, dan sebagainya). Input perabot meliputi: struktur organisasi, peraturan

perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana,

program, dan lain sebagainya. Input maksud-

maksud faktual visi, misi, tujuan dan sasaran nan i ngin dic apai. Ke siapan input s angat

diper lukan ag ar memihak ses boleh berlangs ung dengan baik. Dengan kata lain, boleh disimpulkan

bahwa tinggi rendahnya mutu input dapat diukur berpangkal tingkat kesiapan input, makin tinggi kesiapan

input, makin tinggi kembali mutu input tersebut. Proses pendidikan merupakan proses berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang tidak. Sesuatu

yang berwibawa terhadap berlangsungnya proses disebut input, sedangkan sesuatu semenjak

hasil proses disebut output. Proses dikatakan

bermutu jenjang apabila peng-koordinasian dan penyerasian serta pemanduan input dilakukan secara harmonis, sehingga bernas menciptakan

sang tuasi pembe-lajaran yang menye nangkan (enjoyable learning), berharta mendorong motivasi

dan minat berlatih, dan benar-benar fertil memberdayakan peserta didik.

Dalam kajian ini loklok diukur mela lui

suku cadang guru dalam keadaan ini tutor di pendidikan

non formal. Pelecok satu indikator yang dapat mengukur loklok tutor adalah kualifikasi akademik

nan dimiliki. Dalam lengkap proses pelaksanaan dan pembe lajaran

pendidikan lap kaki araa n 541

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5, September 2022

program kemasan A, buntelan B dan kelongsong C, syarat

evaluasi hasil membiasakan, dan pengembangan pelajar

pada pendidikan kesetaraan adalah pendidikan

yang dimilikinya

kualifikasi akademik yang harus dimiliki pendidik

paling D-IV atau S1 dan yang sederajat kerjakan

didik bakal mengaktualisasikan berbagai potensi

program paket A, paket B dan paket C. Namun,

Kompetensi Kepribadian

manusia yang sesuai, pendidikan minimal DII dan

personal nan mencerminkan budi yang

untuk daerah nan tidak mempunyai sumberdaya yang ekuivalen bakal buntelan A dan paket B, dan DIII bakal paket C.

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan

mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa,

menjadi lengkap bagi murid didik/WB, dan

berakhlak mulia. Secara rinci setiap elemen

Kompetensi PTK-PNF

Peluasan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal (PTK-

PNF) yang mutakadim dilakukan menggambarkan kondisi pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di Indonesia momen ini. Sebaiknya pendidikan lumrah

maupun nonformal bisa mencecah loklok akademik

yang tataran, maka harus didukung maka dari itu PTK nan

kepribadian tersebut boleh dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator

esensial misal

berikut: (i) N kepunyaan kepribadian yang mantap dan stabil; (ii) Memiliki budi nan dewasa; (iii)

N kepunyaan kepribadian nan arif; (iv) Memiliki kepribadian yang berwibawa; dan (v) N kepunyaan akhlak mulia dan boleh menjadi teladan.

kompeten.

Kompetensi Profesional

Kompetensi, dengan pertimbangan sejumlah

yang berkenaan dengan aneksasi materi

PTK-PNF dituntut cak bagi menguasai Patokan

kondisi andai berikut: 1) belum adanya kese-

ragaman alias standarisasi tingkat kemampuan dan kualitas PTK-PNF, 2) belum adanya perlengkapan ukur

yang akurat bakal mengerti kompetensi PTKPNF,

3)

penge mbanga n

ke mampuan

dan

pembinaan yang dilakukan bagi PTK-PNF tidak bersendikan pada apa yang perlu ditingkatkan,

dan 4) masih rendahnya tingkat kesejahteraan para PTK-PNF.

Beralaskan pasal 28 ayat (3) Peraturan

Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 mengenai Standar

Kebangsaan Pendidikan, kompetensi misal agen penelaahan puas tingkatan pendidikan dasar dan

menengah menghampari: Kompetensi Pedagogik,

Kompetensi profesional ialah kemampuan penataran secara luas dan serius yang mencangam penguasaan mal isi materi

kurikulum matapelajaran di satuan PNF dan khasanah keil muan nan menaungi materi

kurikulum tersebut, serta menambah wawasan saintifik sebagai PTK-PNF. Secara rinci masing-

masing elemen kompetensi tersebut punya subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut: 1) Memintasi substansi alamiah sosial

dan ilmu lain nan terkait parasan penggalian; dan 2) Tanggulang langkah-langkah penggalian dan kajian

tanggap untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi pengajian pengkajian.

Kompetensi Kepribadian, Kompetensi professional,

Kompetensi Sosial

kompetensi tersebut menurut berikut Standar

mampuan

dan Kompe tensi so sial . Definis i keempat

Ko mpetensi PTK-PNF d an Siste m Peni laian (Depdiknas, 2006) merupakan seperti mana berikut. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik

yaitu kemampuan

yang berkenaan dengan pemahaman terhadap Warga Berlatih (WB) dan pengorganisasi pembelajaran

yang mematangkan dan dialogis. Secara nomina kompetensi ini mencakup kemampuan kesadaran terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan penelaahan, memahami kurikulum, 542

Kompetensi so sial ber ke naan dengan kependidik

laksana

babak

dari

masyarakat bagi berkomunikasi dan bergaul

secara efektif dengan peserta tuntun/WB, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/penanggung jawab

pese rta did ik/WB, dan awam se borek tar.

Kompetensi ini mempunyai subkompetensi dengan

indeks esensial misal berikut: 1) Produktif berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan

murid didik/WB, baik lisan atau tulisan; 2) Berbenda berkomunikasi dan bermitra secara efektif

dengan sesama pendidik dan tenaga kepen-

didikan; dan 3) Bakir berkomunikasi dan

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Puas Pendidikan Nonformal

berserikat secara efektif dengan orang bertongkat sendok/wali

lokasi P2PNFI atau BPPNFI atau provinsi binaan

dengan kebudayaan dan pagar adat.

sampel distrik sebanyak 8 provinsi sebagai

murid bimbing/WBdan publik seputar, sesuai

P2PNFI atau BPPNFI yang memiliki BPKB. Jumlah

berikut: 1) Provinsi Sumatera Kidul (mempunyai

Metodologi Penekanan

BPKB dan negeri kerja BPPNFI Regional; 2)

Pendekatan yang digunakan dalam penyelidikan ini

Provinsi Lampung (n kepunyaan BPKB dan kewedanan kerja

yaitu pendekatan kualitatif dengan dukungan data

P2PNFI Regional II); 3) Distrik Jawa Barat

kuantitatif.

(P2PNFI Regional II); 4) Provinsi Jawa Timur (BPPNFI Regional

Populasi dan percontoh

Populasi penekanan ini adalah seluruh kelompok belajar (kejar) Paket A dan Bungkusan B di seluruh

Indonesia. Data menunjuk-nunjukkan bahwa jumlah kejar Kemasan A setara SD pada kurun waktu 1

Januari setakat dengan 30 D esember 2009

IV); 5) Provinsi

Sulawesi

Selat an (BPPNFI Regio nal V); 6) Pro vinsi

Kalimantan Selatan (BPPNFI Regional VI); 7) Provinsi Nusa Tenggara Barat

(BPPNFI Regional

VII); dan 8) Wilayah Maluku (n kepunyaan BPKB dan wilayah kerja BPPNFI Regional VIII).

Di setiap provinsi sampel diambil 1 kabupaten

sebanyak 5.424 uber, sedangkan jumlah buru

dan 1 kota. Kabupaten/daerah tingkat seleksian pertama

kerumahtanggaan kelompok sparing terdapat pengelola, tutor,

ataupun BPKB. Pemilihan kabupaten/kota kedua

Paket B selevel SMP sebanyak 14.322 kejar. Di

adalah kabupaten/kota lokasi P2PNFI alias BPPNFI

dan pemukim belajar. Secara ideal total jumlah

menggunakan kriteria umpama kawasan yang

masing-masing buat kurun musim nan sama tampak pada Tabulasi 1 berikut.

menjadi ujicoba KTSP sehingga diperkirakan

Seleksi spesimen provinsi dilakukan secara

purposive, dengan patokan distrik tersebut merupakan

sudah menunggangi KTSP. Sampel kabupaten/

ii kabupaten adalah sebagai berikut: Sumatera Selatan (Daerah tingkat Palembang, Kabupaten Ogan Ilir), Lampung

Tabel 1. Jumlah Pengorganisasi, Tutor, dan Warga Belajar pada periode 2009 No.

Pendidik

Tenaga Kependidikan

Pak A setara SD

1.

Pengelola

3.

Warga belajar

2.

Sampel Responden

Kuantitas (orang)

Suku cadang

Tutor

Paket B setara SMP

10.993 19.247

149.476

29.893

104.857 573.581

Tabel 2. Spesimen Responden Penyelidikan Kelompok

Tutor

Pamong Belajar Kesetaraan Pengelola program Pak A dan/Paket B.

Penilik PLS

Keberagaman

Tutor Sampul A Tutor Paket B P2PNFI atau BPPNFI BPKB SKB Di Kejar penyeleng-gara program Kemasan A dan/ Paket B. Di penyelenggara PKBM programa Paket A dan/ Kelongsong B.

Keterangan

Di Uber dan di PKBM Lembaga muslihat di daerah Lembaga kawasan Tulang beragangan kabupaten/kota Kejar lazimnya dibina oleh SKB, tentatif PKBM dibina makanya Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. Baik yang berkedudukan di Biro Pendidikan Kabupaten/kota maupun nan di tingkat kecamatan.

543

Kronik Pendidikan dan Peradaban, Vol. 17, Nomor 5, September 2022

(Daerah tingkat Bandar Lampung, Kabupaten Lampung

Analisis Data

Bandung), Jawa Timur (Kota Surabaya, Kabupaten

secara kualitatif alias kuantitatif. Setelah

Barat), Jawa Barat (Kota Bandung, Kabupaten Pamekasan), Kalimantan Barat (Kota Pontianak,

Kabupaten Pontianak), Sulawesi Selatan (Kota Makassar, Kabupaten Bone), Nusa Tenggara Barat

(Kota Mataram, Kabupaten Dompu), dan Maluku (Kota Ambon, Maluku Perdua). Sampel responden secara acuan dapat dilihat di Tabel 2.

Analisis data akan dilakukan secara deskriptif, baik

diketahui kompetensi PTK program Pak A dan

Paket B saat dilakukan pengumpulan data dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai kondisi saat

ini, maka kebutuhan pelatihan mereka dapat ditemukan.

Hasil Penelitian dan dan Pembahasan

Teknik Reklamasi Data

Pe ng umpula ufuk da ta dil akukan mel alui n es, wawancara, dan penilaian dagi sejawat. Rincian

tes untuk Tutor Cangkang A, Tutor Paket B, dan pengelola tertentang pada Tabel 3.

Bagi mengetahui kompetensi profesional

Tingkat Kompetensi PTK PNF

PTK PNF nan disampaikan kompetensinya di sini

menghampari tutor Paket A, tutor Bungkusan B, pamong

sparing, dan pengorganisasi kejar Sampul A dan atau Buntelan B.

dan pedagogik mereka, pamong belajar diminta

Tutor Buntelan A dan Tutor Paket B

kepribadian dan kompetensi sosial pamong belajar

Tutor Selongsong B adalah lakukan kompetensi pedagogik,

kerjakan melakukan penilaian diri. Kompetensi diperoleh melalui penilaian teman sejawat.

Se-

prinsip lengkap alokasi responden per kabupaten/ kota menurut teknik pengurukan datanya terbantah di Tabel 4.

Nilai terendah nan dicapai oleh Tutor Paket A dan dan tertinggi lakukan kompetensi kepribadian (Lihat

Gambar 1 dan 2). Kompetensi profesional Tutor Paket A dan Tutor Paket B masih abnormal, rerata

nilai yang dicapai sebesar 40 dan 50,7 berusul 100.

Tabulasi 3. Rincian Tes Tutor dan Pengelola Kejar Pak A dan Paket B

Pengecekan Tutor Paket A

Menggunakan soal pengecekan WB(WB) Buntelan A dan Paket B yang sulit saja

Suatu buku soal terdiri atas 5 mata pelajaran (total 90 soal) Masa tes

Tes Memperalat soal tes WB(WB) Buntelan B dan Cangkang C yang musykil saja. Jumlah soal = paket utuh.

Alasan: Kualifikasi pendidikan tutor Paket A (menurut pedoman) adalah SMA, sementara kualifikasi pendidikan guru SD konvensional S1. Pendidikan Nasional (PKn) (15 soal) Bahasa Indonesia (25 pertanyaan) Matematika (15 pertanyaan) IPA (20 soal) IPS (15 soal) 120 menit Tutor Kemasan B Alasan: Kualifikasi pendidikan tutor Paket A (menurut pedoman) adalah SMA, sementara kualifikasi pendidikan master SD legal S1. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) (50 soal) Bahasa Indonesia (50 pertanyaan) Matematika (40 pertanyaan) IPA (50 soal) IPS (50 soal) 90 menit.

Hari verifikasi untuk setiap mata pelajaran. Pembuktian Koordinator Kejar Selongsong A dan/ Paket B Pembenaran kompetensi Kompetensi manajerial (30 soal) Kompetensi khuluk (10 soal) Kompetensi sosial (10 pertanyaan) Musim pembuktian 60 menit 544

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pada Pendidikan Nonformal

No. A.

1. 2. B. 1. 2. C. D. E.

F.

Sumber data/responden Keramaian belajar Paket A Aktivis kejar Paket A Tutor Paket A Kelompok berlatih Buntelan B Pengelola kejar Buntelan B Tutor Paket B Pamong membiasakan SKB (lembaga kabupaten/ii kabupaten ) Penilik PLS Pamong belajar BPKB (bentuk provinsi) Pamong sparing P2PNFI/BPPNFI (tulang beragangan sentral di daerah)

Diagram 4. Alokasi

Responden per Kabupaten/kota Membiji teman sejawat

Interviu

Tes/kuesioner

1

5 (terbit beberapa uber/PKBM)

2

10 (dari beberapa uber)

1 2 1(ketua pokja) 2 1(ketua pokja) 1 (komandan pokja)

5 (dari beberapa kejar) 12 (berasal sejumlah uber/PKBM) utk 6 indra penglihatan tutorial Semua anggota Pokja ekualitas/program studi

Takdirnya sudah mendapat uber Paket A/B, kejar lainnya bisa Kelongsong A atau Bungkusan B. Kejar yang d lain i SKB Sekiranya sudah mendapat pengelola kejar Bungkusan A/B, koordinator buru lainnya boleh Paket A atau Kemasan B. 2 tutor dari kelompok belajar yang berlainan Uber yang tak di SKB

2 tutor dari kerubungan sparing nan farik

Semua anggota Pokja kesetaraan/ programa studi

Ahli nujum nan membina 2 kejar sendang data

Lembaga Wilayah Semua anggota Semua anggota Pokja Pokja kufu/program kesetaraan/ studi program studi Lembaga Sentral Semua anggota Semua anggota Pokja Pokja kesetaraan/program kufu/ riset programa penyelidikan

Hal itu mencerminkan bahwa program kesetaraan dilakukan dengan ketersediaan sumberdaya yang

ala kadarnya, yang terdepan adalah program yang

direncanakan dapat dilaksanakan meskipun

dengan

berbagai

Pemberitahuan

E atau F disesuaikan dg lokasi

ket erbatasan,

terjadwal

keterbatasan kompetensi penguasaan khazanah.

Kriteria penilaian terlihat pada Tabulasi 4.

Rendahnya

nilai

kompete nsi

pe da go gi k

Gambar 1. Nilai Rerata Kompetensi Tutor Paket A 545

Jurnal Pendidikan dan Peradaban, Vol. 17, Nomor 5, September 2022

Gambar 2. Nilai Rerata Kompetensi Tutor Paket B kemungkinan disebabkan oleh tingkat pendidikan

mereka terima enggak selalu spesi fik tersapu

responden nan diwawancarai) dan

A, melainkan materi pendidikan non-legal.

Tutor Kemasan A yang belaka SMA (29 uang berpangkal Tutor Kelongsong

B yang D3 (sebanyak 24 persen responden yang

simultan dengan pendidikan ekuivalensi Sampul Mengacu ke kriteria, maka sekadar 5,88 uang

diwawancarai) sehingga tidak mempunyai penge-

tutor Buntelan A yang kompeten. Di antara 5,88

kurangnya pelatihan dengan materi pedagogik.

ain cak bimbingan Bahasa Indonesia dan 0,98

tahuan yang cukup te ntang pedago gik dan Di antara tutor Paket A cukup banyak yang sudah lalu

memperoleh pelatihan, sahaja pelatihan nan

persen tersebut sebanyak 4,90 persen lakukan persen untuk cak bimbingan IPS (tatap Diagram 5). Perimbangan

Tutor Paket B yang kompeten sebanyak 23,94

Tabulasi 5. Tolok Penilaian dan Kategori Pencapaian Nilai Rerata Tutor Paket A dan Tutor Buntelan B No.

Kompetensi

Mata Pelajaran

Kriteria Kredit

Kategori

PKn

Pencapaian Nilai

Tutor Bungkusan A

Bhs.Indonesia 1.

Profesional

Matematika IPA

≥ 80

Kompeten

Belum kompeten

≥ 80

Kompeten

Belum kompeten

IPS

Bhs.Inggris

546

2.

Pedagogik

3.

Kepribadian

4.

Sosial

< 25 ≥ 25 – 75 ≥ 76 < 25 ≥ 25 75 ≥ 76

Invalid Medium

Strata Minus Sedang Tingkatan

Tutor Paket B

Belum kompeten Belum kompeten Belum kompeten Belum kompeten Belum kompeten Belum kompeten

Belum kompeten

Tinggi

Tinggi

Sedang

Madya

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pada Pendidikan Nonformal

Tabel 6. Sebaran Nilai Tutor Cangkang A bagi 5 Mata Pelajaran

Kisaran Nilai

PKn

Total (org)

0-20

13

%

12,75

39,22

39

38,24

0

5

4,90

43,14

61-79

5

4,90

80-100

0

Jumlah

102

Matematika

14,71

44 40

Bahasa Indonesia Jumlah % (org) 15

21- 40 41- 60

Alat penglihatan Les

7

36

100

102

Besaran (org) 39

IPA

%

Jumlah (org)

38,24

20

IPS

%

Jumlah (org)

19,61

23

%

22,55

6,86

48

47,06

39

38,24

25

24,51

35,29

5

4,90

10

9,80

15

14,71

102

100

102

100

10

9,80

0

0

33

32,35

0

0

100

38 1

102

37,25 0,98 100

persen (lihat Grafik 6). Di antara 23,94 uang,

Pamong Belajar

kursus PKn, 4,90 persen kompeten dalam

cuma me rupakan pengetahuan tentang 4

sebanyak 10 ,34 pe rs en kompe ten kerumahtanggaan

tuntunan Bahasa Indonesia, dan 8,70 persen kompeten privat cak bimbingan Matematika.

Berdasa rkan hasil tes kaki langit erse but, maka

kompetensi Tutor Paket A dan Sampul B intern penguasaa n materi mata pe lajaran serta

pedagogik perlu ditingkatkan. Selain itu, perlu diupayakan

unt uk

meningkatkan

tingkat

pendidikan Tutor Bungkusan A minimal D2 dan Tutor Selongsong B minimum D3.

Hasil tes ini bukan menggambarkan 4 kompetensi,

kompetensi. Gambaran kompetensi pedagogik tutor yang dinilai dengan tes baru sebatas butir-butir pedagogik belum pada kemampuan

pedagogiknya. Kriteria penilaian terbantah lega Tabel 7, sedangkan nilainya boleh dilihat plong Tabel 8.

Rerata nilai kompetensi profesional pamong

membiasakan termasuk kategori hierarki. Kompetensi

profesional Pamong membiasakan dengan frekuensi

Tabulasi 7. Ceceran Nilai Tutor Paket B untuk 5 Mata Pelajaran Kisaran Nilai 0-20

21-40 41-60 61-79 80100 Jumla h

PKn

Bahasa Indonesia

Juml Persenta Kuantitas ah se (org) (org) 1

6,86

11

47,83

13

54,17

35,29

4

17,39

1

4,17

14,71

10

34,48

39

38,24

3

10,34

5

4,90

11 29

37,93 100

7

36 102

100

1

5

2

23

4,35

21,74 8,70 100

Tabulasi 8. Tolok Kredit Kompetensi Profesional, Pedagogik, Kepribadian, dan Sosial Pamong Belajar

No. 1. 2. 3.

Ponten – 1,67 > 1,67 – 2,33 > 2,33 – 3

IPA

Persentase

15

13,79

Matematika

Jumlah (org)

Persentase

3,45

4

MATA PELAJARAN

Kategori Rendah Semenjana Tinggi

Jumlah Persentase (org) 0

10 0

24

0

IPS

Jumlah Persentase (org) 0

7

29,17

3

12,50

24

41,67

14

0

0

100

0

Bahasa Inggris

Jumlah (org)

Persentas e

5

20,83

8

33,33 100

0

58,33

10

0

0

100

23

0

58,33 0

teratas (73,02 persen) adalah untuk gerombolan nilai tinggi dicapai maka itu Pamong Belajar SKB (tatap

Rangka 4). Peristiwa ini disebabkan pamong belajar SKB melaks anakan

tugas

kepro fesi an

denga n

frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan Pamong

belajar di P3PNFI dan BPPNFI serta BPKB. Kejadian itu

membidik disebabkan maka itu adanya perma547

Surat kabar Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5, September 2022

Tabel 9. Rerata Biji Kompetensi Pamong Sparing

No.

Lembaga

1.

P2PNFI

3.

BPKB

2. 4.

Profesional R

S

BPPNFI SKB

R : invalid

T

Kompetensi

Pedagogik R

√ √ S : sedang

S

Horizon

√ √

T : Tinggi

Kepribadian R

S

Horizon

R

Sosial

√ √

√ √

S

Lengkung langit

√ √ √ √

Bentuk 4. Persentase Frekuensi Skor Kompetensi Profesional Pamong Berlatih salahan terkait dengan tugas pokok dan keistimewaan

Belajar P2PNFI dan BPPNFI. Kondisi demikian

Permenpan No.15 periode 2010 tentang Angka

banyak mengamalkan penataran di gerombolan

(tupoksi) mereka masing-masing. Berdasarkan Angka Jabatan Fungsional Pamong Membiasakan, tugas Pa mo ng

b elajar

terserah lah

i)

Melaksanakan

penelaahan; ii) melaksanakan pembimbingan;

iii ) Mela ksanakan p elat ihan; iv) Mengel ola

acara PNF ; dan v) Mengembangkan model.

Hanya kenyataan di lapangan porsi melaksanakan tugas tertentu berbeda antara pamong

belajar P2PNFI dan BPPNFI, BPKB, serta SKB.

Perumpamaan contoh tugas melaksanakan pengembangan contoh penyelenggaraan pendidikan nonformal dan informal, bagi ini Pamong belajar di

P2PNFI dan BPPNFI memiliki porsi yang besar,

ialah wajar, mengingat pamong belajar SKB lebih

membiasakan dibandingkan dengan Pamong sparing

P2PNFI, BPPNFI, dan BPKB. Pembe lajara n dilakukan Pamong berlatih SKB dalam kerangka

sebagai penyelenggara di kelompok membiasakan. Sebagai produsen nan cak acap menghadapi

permasalahan kesulitan berburu Tutor, juga menjadi kejadian yang absah jika pencipta pun

merangkap sebagai tutor. Dengan seringnya

melakukan penataran yaitu dimungkinkan jika pamong belajar memiliki wawasan pengetahuan tentang pedagogik yang cukup luas.

Rerata biji kompetensi sosial pamong belajar

sementara Pamong belajar di SKB tidak melaku-

tercatat kategori tinggi. Pada Gambar 6 tampak

Rerat a ko mpetensi pedag ogik pamong

teratas (90,91 persen) dicapai oleh Pamong

kannya sama sekali.

belajar di P2PNFI, BPPNFI, dan

BPKB tertulis

kategori sedang dan untuk pamong SKB tercatat

kategori tingkatan. Pada Buram 5 tertentang bahwa kelompok biji tinggi, kekerapan termulia (87,3 komisi) dicapai maka dari itu Pamong belajar di SKB dan

kekerapan terendah (48,39 komisi) oleh Pamong 548

bahwa untuk kelompok nilai tinggi, frekuensi

Sparing BPKB dan kekerapan terendah (78,55) persen dicapai oleh Pamong Sparing P2PNFI dan

BPPNFI. Secara umum dapat dikatakan bahwa kompetensi sosial Pamong Belajar P2PNFI, BPKB, dan SKB tergolong baik.

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pada Pendidikan Nonformal

Gambar 5. Persentase Frekuensi Nilai Kompetensi Pedagogik Pamong Berlatih

Gambar 6. Persentase Frekuensi Biji Kompetensi Sosial Pamong Belajar

Bentuk 7. Persentase Frekuensi Ponten Kompetensi Kepribadian Rerata nilai kompetensi khuluk pamong

dan BPKB nan belum mencapai angka pangkat perlu

bahwa kompetensi kepribadian Pamong Membiasakan

kompetensi yang sesuai dengan tugas ki akal dan

belajar tergolong jenjang. Tampak lega Gambar 7 P2PNFI, BPPNFI, BPKB, dan SKB secara masyarakat baik

ditunjukkan oleh tingginya persentase Pamong

dit ingkatkan minimal sebatas p ada tingkat fungsi masing-masing pamong berlatih.

Belajar nan memperoleh angka tinggi.

Aktivis Kelompok Belajar

tensi pedagogik pamong sparing P2PNFI, BPPNFI,

hanya pengelola

Berdasarkan hasil tes tersebut maka kompe-

Tenaga kependidikan yang dites kompetensinya kerubungan berlatih Paket A dan 549

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5, September 2022

Pa ke t

B.

Kompe te ns i

yang

dit es

adala h

kompetensi kepribadian, sosial, dan manajerial. Rerata biji kompetensi administratif pengelola 30,13 dari 100. Dengan demikian, dapat dikatakan

bahwa kemampuan pengelola masih dulu invalid. Rendahnya kemampuan pengorganisasi dapat

disebabkan karena mereka menjadi pengelola tidak karena kompetensinya tetapi karena memiliki akses cak bagi menjadi pengelola. Dengan demikian situasi yang wajar kalau kompetensi pengelola

tampak seadanya sahaja. Kompetensi kepribadian dan sosial pengelola termasuk kategori tinggi.

Pada Gambar 8 tertentang bahwa persentase

te rt inggi yait u 66 ,98 pe rsen adalah bagi kelompok nilai 21 sampai dengan 39, persentase

terendah sebesar 16,04 persen yakni untuk

kelompok skor 40 sampai dengan 60. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa secara masyarakat

kemampuan organisator kelompok sparing masih rendah. Hal ini probabilitas disebabkan maka itu 78,6 persen pengelola kejar baru memiliki pengalaman

menggapil paling lama 5 tahun, temporer yang sudah lalu ikutikutan kejar selama 11 sampai dengan 15 tahun sahaja 3,6 komisi.

Kerangka 8. Persentase Kekerapan Kelompok Skor Kompetensi Manajerial Pengelola Keramaian Membiasakan Rerata angka kompetensi kepribadian pengelola

Gambar 9. Persentase Frekuensi Kelompok Poin Kompetensi Kepribadian Aktivis Gerombolan Sparing dapat dikatakan kompetensi sosial pengelola adalah baik.

Berdasarkan hasil tes tersebut perlu diupaya-

kan untuk meningkatkan kompetensi manajerial pengelola kelompok belajar Paket A dan Paket B

dengan berbagai ragam kaidah, di antaranya pelatihan, belajar dari sesama aktivis kelompok membiasakan tak yang bertelur.

Gambar 10. Persentase Frekuensi Kerumunan Nilai Kompetensi Sosial Pengorganisasi Kelompok Belajar

kelompok belajar adalah tinggi yaitu 87,40.

Faktor-faktor yang erat kaitannya dengan

keramaian ponten yang e” 76. Dengan demikian dapat

Gambaran mengenai dukungan dan hambatan

Gambar 9 memperlihatkan frekuensi tertinggi kerjakan

dikatakan kompetensi kepribadian koordinator tergolong baik.

Rerata nilai kompetensi sosial pengelola

tingkat kompetensi PTKPNF waktu ini

PTKPNF di beberapa buram dalam meningkatkan kompetensinya.

kerubungan belajar adalah tingkatan yaitu 79,55.

Dukungan Sarana dan Prasarana

lakukan kelompok nilai yang e” 76. Dengan demikian

umumnya mutakadim berpenyakitan mihun liki kendaraan pra sara na

Gambar 10 memperlihatkan frekuensi tertinggi

550

Pamong di P2PNFI, BPPNFI dan BPKB pada

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Plong Pendidikan Nonformal

memadai,

semata-mata perlu ditambahkan ki akal-daya

KEP/MK. WASPAN/6/1999. Privat Permenpan dan

disediakan laboratorium kelompok

Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya

di perpustakaan. BPKB teradat

Bagi pamong di BPPNFI dan

belajar nan dilengkapi dengan berbagai fasilitas

pendukung yang memadai. Sama halnya dengan

pamong di SKB, secara umum kendaraan infrastruktur memadai termasuk adanya fasilitas laboratorium

RB Nomor 1 5 Tahun 2010 tentang Jabatan Pasal 7 ayat 6 berpenyakitan nyatakan bahwa s etia p kenaikan tingkatan jabatan Pamong Berlatih harus lenyap uji kompetensi.

Internal Permenpan Nomor 15 musim 2010 juga

kelompok belajar, tetapi trik-buku di tiap-tiap-

ditetapkan bahwa kualifikasi akademik pamong

kerjakan tutor paket A dan cangkang B, keadaan wahana

kualifikasi akademik pamong adalah DII. Ketatanegaraan

pustakaan masih perlu ditambahkan. Sedangkan

prasarananya be rvariasi di masi ng -mas ing daerah,

saja secara umum kondisi sarana

prasarana di kelompok belajar masih memerlukan

ingatan buat meningkatkan mutu pendidikan.

Pengelola s ebagai tenaga kependidikan

memiliki sarana prasarana yang bukan jauh berbeda dengan tutor kelongsong A dan paket B. Tenaga kependidikan lainnya adalah penilik.

menjadi DIV/S1. Pada qanun sebelumnya tersebut memicu pamong buat menyinambungkan ke

pangkat yang lebih panjang. Menurut pamong dan

tutor, kebijakan yang menunjang eskalasi kompetensi antara bukan adalah pelatihan. Pamong

mengharapkan, kalau guru diberikan sertifikasi, maka pamong sekali lagi diberikan sertifikasi karena maslahat keduanya sama. Ketatanegaraan

yang

kondusif

jaba tan

Sarana dan infrastruktur yang masih kurang untuk

fungsional penilik antara tidak yaitu Peraturan

ketel tugas.

Pe nsiun yang dikeluarkan pada rontok 25

penilik ialah gawai transportasi untuk menjalan-

Presiden Nomor 63 tahun 2010 tentang Batas Usia

Oktober 2010. Qanun Presiden tersebut

Dukungan Dana

Pamong di P2PNFI mendapatkan block grant

revitalisasi programa mulai sejak Pemerintah Anak kunci.

Pamong di P2PNFI dan BPPNFI berpeluang mendapat dana beasiswa tahapan S2 dan S3 dari

Pemerintah Pusat. Di BPKB, dana disediakan oleh Pemerintah Pusat bikin pelatihan sesuai dengan

berpetaruh peramal yang saat ini masih menjabat,

perenggan

usia

pens iunnya

dapa n

diperpanjang sampai dengan 60 musim. Peraturan

plonco tersebut belum terlaksana di alun-alun se hi ngga

sebag ian

memahaminya.

raksasa

pe nili k

be lum

kebutuhan. Pemerintah daerah memberikan dana

Simpulan dan Saran

Selain itu, pemerintah distrik sekali lagi memberikan

Berdasarkan hasil analisis disimpulkan sejumlah

untuk memperbaiki gedung dan pengadaan. dana bagi mengadakan pelatihan bagi pamong

dan tutor, sekadar proses birokrasi memerlukan

Simpulan

hal laksana berikut.

Pertama, kompetensi Tutor Paket A dan Paket

perian yang lama.

B. Nilai kompetensi terendah yang dicapai oleh

Rp 1.500.000 per tahun bagi karya tulis dan

pedagogik. Untuk kelompok tutor nan sama,

Pamong di SKB mendapatkan dana bersumber BPKB

pengembangan profesi. Enggak halnya dengan tutor, lazimnya

honor bulanan tutor pak A sebesar

Rp. 350.000,- sedangkan tutor bungkusan B berkisar

Rp 350.000 setakat dengan Rp 400.000,- bermula dana APBN. Cak bagi

pengelola mendapat insentif

Rp 300.000 tiap-tiap wulan. Dukungan Kebijakan

Kebijakan tentang PB yakni Permenpan dan RB Nomor 15 Masa 2010 akan halnya Jabatan Fungsional

PB dan ponten kreditnya. Peraturan ini memper-

barui Keputusan Menkowasbangpan Nomor 25/

Tutor Sampul A dan Tutor Bungkusan B merupakan kompetensi kompe tens i

so si al

tergo lo ng

sed ang

da t

kompe tens i kepribadian tergol ong tinggi. Kompetensi professional Tutor Paket A dan Tutor

Cangkang B masih rendah, rerata nilai nan dicapai sebesar 40 dan 50,7 dari 100. Kejadian itu mencermin-

kan bahwa program keset araan dila kuka falak seadanya, nan bermanfaat ialah programa yang

direncanakan bisa dilaksanakan walaupun dengan

berbagai

ket erbatasan,

tercatat

keterbatasan kompetensi penguasaan mal.

Ke dua, kompe tensi Pamong Belaj ar. Pada

umumnya nilai pengetahuan kompetensi sosial, 551

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 5, September 2022

fiil dan professional pamong berlatih

Pe rt ema, Kompe tensi

pr ofesio na l

dan

tinggi. Variasi nilai pengetahuan kompetensi lebih

pedagogik tutor paket A dan paket B perlu

informasi kompetensi pedagogik pamong

pelatihan tutor, kursus bertingkat, pemberdayaan

banyak pada kompetensi pedagogik. Nilai rerata belajar di P2PNFI, BPPNFI, dan

BPKB tersurat

kategori sedang dan untuk pamong SKB yaitu

tinggi. Ketiga, kompetensi Organisator Kelompok Belajar Paket A dan Buntelan B. Rerat a angka

kompetensi administratif pengelola tergolong kurang yakni 30,13 dari 100. Rer ata kredit

kompetensi sosial dan fiil pengelola kelompok belajar adalah tataran yakni berderet-deret

79,55 dan 87,40. Keempat, sarana pendidik. Pamong belajar di P2PNFI, BPPNFI, BPKB dan SKB

pada umumnya telah memiliki sarana prasarana memadai seperti komputer dan jaringan internet. Sarana dan infrastruktur nan adalah

buku-buku

di

belum mencukupi

p erpustakaan

dan

laboratorium kelompok belajar. Untuk tutor sampul

A dan paket B, situasi wahana prasarananya

bervariasi di masing-masing daerah, namun se kaidah mahajana ko ndisi sarana prasarana di

gerombolan belajar masih memerlukan perasaan bagi meningkatkan mutu pendidikan. Kelima, ki alat Tenaga Kependi di kan. masih be lum layak, sementara itu lakukan sarana transportasi menjalankan tugas, sebagian penilik masih belum

n kepunyaan. PTK PNF masih belum banyak memaklumi

tentang garis haluan Keenam, Pemerintah kerjakan meningkatkan kompetensi, kemungkinan disebab-

kan kurangnya sosialisasi di tingkat penyelenggara, terutama di provinsi-daerah yang aksesnya rumpil

dijangkau. D engan kondisi tersebut mengakibatkan tidak terlaksananya berbagai strategi Pemerintah tentang kenaikan kompetensi PTK PNF.

dit ingkatkan

Beralaskan simpulan tersebut, disarankan beberapa hal umpama berikut.

B, kenaikan kompetensi profesional perlu disesuaikan mata pelajaran yang diajarkan. Seterusnya, peningkatan kompetensi profesional

dan pedagogik tutor sampul A, lebih ditekankan puas peningkatan strata

pendidikan mereka,

khususnya bakal mereka yang berijazah SMA. Peristiwa ini mengingat kuantitas tutor kelongsong A nan berijazah

SMA cukup banyak, merupakan 28 uang. Kedua,

Pengajuan tawaran programa Paket A sebaiknya mensyaratkan memiliki tutor yang berlatar

pinggul pendidikan keguruan. Adapun bakal program cangkang B, pengajuan proposal tidak hanya

mensyaratkan tutor yang memiliki pendidikan keguruan, melainkan pun tutor nan n kepunyaan kesesuaian antara alat penglihatan pelajaran yang diajarkan

dengan jurusan pendidikannya. Ketiga, perlunya dukungan dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah

bikin meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana operasional para tutor, pamong belajar,

koordinator, dan penyelia. Khusus untuk pengawas terbiasa diberikan akomodasi transportasi. Untuk memotivasi

penampilan, sebaiknya insentif untuk tutor dan aktivis ditingkatkan. Keempat, P2PNFI, BPPNFI, BPKB dan SKB teristiadat dimotivasi bikin mengadakan

dan mengembangkan laboratorium kelompok belajar untuk melaksanakan tugas mengajar. Hal

ini sejalan dengan Statuta Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 akan halnya Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya yang menuntut

pamong belajar melaksanakan tugas mengajar kerjakan mendapatkan kredit kredit. Semoga

kabupaten/kota punya SKB lakukan

menggagas acara-programa PNFI. Perlunya sosialisasi

kebijakan

pemerintah

kawasan yang aksesnya sulit dijangkau.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2006. Standar Kompetensi PTK-PNF dan

Sistem Penilaian.

Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal, Direktorat

Jenderal Peningkatan Dur Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Hargreaves, David H. 2001. A Capital Theory of School Effectiveness and Improvement. British Educational Research Journal, Volume 27(4).

552

tentang

peningkatan kompetensi PTKPNF, termasuk ke

Pustaka Pola Jakarta:

menyelenggaraka cakrawala

tutor inti, dan magang. Individual bakal tutor paket

setiap

Saran

de ngan

Siswantari, Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pada Pendidikan Nonformal

Keputusan Menkowasbangpan Nomor 25/KEP/MK.WASPAN/6/1999. Tentang Jabatan Fungsional Pamong Sparing dan angka kreditnya.

Olanivan, D.A. and Okemakinde, T. 2008. Human Capital Theory: Implications for Educational Development. European Journal of Scientific Research, Volume 4(2).

Statuta Menteri Penerbitan Aparatur Negara dan Restorasi Birokrasi Nomor 15 Musim 2010 tentang Jabatan Fungsional Pamong Membiasakan dan Skor Kreditnya.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 waktu 2005 adapun Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas

Peraturan Kepala negara Nomor 63 perian 2010 akan halnya Batas Usia Pensiun.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas. UNESCO. 2005. Education For All (EFA) Menyeluruh Monitoring Report -The Quality Imperative.

553

Source: https://pdfcoffee.com/prediksi-soal-uji-kompetensi-pamong-belajar-pedagogi-pdf-free.html