Surat An Nur Ayat 2 Beserta Tajwidnya

Hai teman-teman pengunjung patuh blog kajian orang islam, selamat datang dan semoga teman-teman semua diberikan kebugaran oleh allah swt, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan artikel tentang hukum tajwid yang ada puas surat an nur ayat 2, kami sudah lalu melakukan penafsiran syariat tajwid sreg akta an nur ini dan didalam sertifikat an seri ini setidaknya terdapat 36 hukum tajwid yang mesti difahami oleh para pembaca al-quran surat an cahaya ayat 2.

Membiasakan aji-aji tajwid ini habis penting sekali, karena tentu saja untuk memfasihkan teks ayat al-quran kita, adapun untuk seorang pembaca al-quran hukum daripada belajar hobatan tajwid ini adalah fardhu indra penglihatan bagi setiap manusia yang beragama muslim, artinya syariat ini adalah wajib bagi seluruh pembaca al-alquran.

Sudahlah kerjakan penjelasan hukum tajwid ini kami sudah memberikan penjelasannya dibawah, dan teristiadat diketahui, dalam menjelasakan / menafsirkan hukum tajwid ini kami melakukannya dengan penuh kehati-hatian mudah-mudahan tidak adanya kesalahan privat penafsirannya, dan disetiap melakukan penafsiran hukum tajwid kami selalu didampingi oleh guru (diawasi) agar tidak keseleo kaprah, nah berikut ialah penjelasan hukum tajwid puas tembusan an semarak ayat 2 dibawah ini.

Hukum tajwid surat an nur ayat 2
Hukum tajwid akta an nur ayat 2

ARTINYA:

PEZINA Putri DAN PEZINA Adam, DERAHLAH Saban Mulai sejak KEDUANYA SERATUS Kali, DAN JANGANLAH RASA BELAS KASIHAN KEPADA KEDUANYA MENCEGAH KAMU Cak bagi (MENJALANKAN) AGAMA (HUKUM) ALLAH, Jika Engkau Beriman KEPADA ALLAH DAN HARI KEMUDIAN; DAN HENDAKLAH (PELAKSANAAN) Aniaya MEREKA DISAKSIKAN Oleh SEBAGIAN ORANG-Turunan YANG Beriktikad.

HUKUM TAJWID Manuskrip AN Sinar AYAT 2

1. Alif elam syamsiyyah
Yakni alif elam berpadan huruf zai (leter syamsiyyah), prinsip bacanya huruf lam di akuisisi ke fonem zai (syamsiyyah).

2. Mad thabi’i
Merupakan alif tenang sebelumnya cak semau huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

3. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam berpatut huruf zai (huruf syamsiyyah), kaidah bacanya leter lam di akuisisi ke abjad zai (syamsiyyah).

4. Mad thabi’i
Yaitu alif sepi sebelumnya suka-suka huruf yang berarak fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

5. Mad thabi’i
Yaitu ya sirep (sukun) sebelumnya ada huruf yang berleret kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

6. Qalqalah sugra
Adalah huruf jim (qalqalah) barisnya sepi, cara bacanya di pantulkan.

7. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada aksara yang berbaris dhamah, dibaca panjangnya 2 harakat.

8. Mad thabi’i
Merupakan alif nyenyat sebelumnya ada fonem nan berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

9. Idgham bigunah
Yaitu tanwin berpatut lambang bunyi mim, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf mim serta ditahan dengan dengung kehidung.

10. Idzhar halqi
Merupakan nun senyap bersesuai ha, prinsip bacanya nun mati dibaca jelas.

11. Mad thabi’i
Yaitu alif hening sebelumnya ada abjad nan berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

12. Nama Waqaf
Alwaslu auditorium, artinya lebih baik washol dari plong waqaf (lebih baik lanjut daripada mengetem.

13. Idgham bigunah
Adalah tanwin berpatut huruf wau, mandu bacanya tanwin dimasukan ke abjad wau (huruf idgham) serta ditahan dengan memakai dengung ke hidung.

14. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada fonem nan berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

15. Ikhfa safawy
Yaitu mim mati bertemu dengan abjad ba cara bacanya ditahan dengan dengung kehidung.

16. Mad thabi’i
Yaitu alif hening sebelumnya ada huruf nan berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

17. Ikhfa ausat
Merupakan tanwin berjumpa dengan huruf fa, cara bacanya dengan dengung condong ke aksara “M”.

18. Mad thabi’i
Yaitu ya senyap (sukun) sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya janjang 2 harakat.

19. Mad thabi’i
Yaitu ya mati (sukun) sebelumnya terserah fonem yang bersaf kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

20. Tarqiq
Merupakan sebelum lam Lafadz allah (lam jalalah) suka-suka aksara yang berlarik kasrah, dibaca tipis hierarki 2 harakat.

21. Ikhfa ab’adh
Yakni nun ranah bertemu dengan huruf kaf, cara bacanya celaan berubah menjadi “NG”.

22. Ikhfa aqrab
Ialah nun yuk bertumbuk dengan huruf ta, kaidah bacanya antara idzhar dan idgham.

23. Dibaca Idzhar
Yakni mim antap bertemu dengan huruf ta, cara bacanya abc mim mati dibaca jelas.

24. Mad thabi’i
Adalah wau mati sebelumnya ada huruf nan berbaris dhamah, dibaca panjangnya 2 harakat.

25. Tarqiq
Yaitu sebelum lam Lafadz halikuljabbar (lam jalalah) cak semau huruf yang berleret kasrah, dibaca tipis janjang 2 harakat.

26. Alif elam qomariyyah
Merupakan alif elam berpatut huruf ya (huruf qomariyyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

27. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bersabung dengan abc hamzah (fonem qomariyyah), prinsip bacanya lam mati dibaca jelas.

28. Mad kantor cabang
Merupakan di awali dengan huruf hamzah berhadapan dengan hamzah sukun (hening), lajur vertikal di atas itu penukar dari hamzah awal (yang awal) panjangnya 2 harakat.

29. Waqof jaiz
Artinya yaitu boleh waqaf boleh washol (boleh nongkrong bisa lanjut).

30. Qalqalah sugra
Yaitu huruf dal (qalqalah) barisnya mati, mandu bacanya di pantulkan.

31. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya cak semau huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

32. Mad thabi’i
Adalah alif ranah sebelumnya suka-suka leter yang berderet fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

33. Mad teradat mutasil
Yaitu mad thabi’i berkumpul dengan fonem hamzah intern satu kalimat, panjangnya 5 harakat.

34. Idgham bigunah
Yaitu tanwin berpadan leter mim, cara bacanya tanwin dimasukan ke abc mim serta ditahan dengan dengung kehidung.

35. Alif elam qomariyyah
Alif elam qomariyyah
Ialah alif elam berbenturan dengan fonem ya (huruf qomariyyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

36. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu lambang bunyi nan hidup yang berada di akhir kalimat, huruf nan di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya tangga 2 sampai 6 harkat.

Berikut ini yakni penjelasan tentang hukum alif elam, karena ayat ini terwalak syariat tajwid alif elam dan kalo kami terangkan disetiap hukum alif elam tentu akan banyak sekali, makara kami takhlik penjelasan secara singkat dibawah ini untuk mewakili seluruh hukum tajwid alif elam yang sudah dijelaskan di atas.

PENJELASAN:

1. Alif elam syamsiyyah

Mengapa disebut alif elam syamsiyyah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya rawi, karena alif elam dibacanya tidak jelas sampai-sampai menghilang, yang terdengar hanya aksara syamsiahnya belaka yang ada didepannya, itu enggak ada bedanya seperti mana kita meluluk mentari, rencana syamsu terlihat tidak jelas, yang terlihat hanya cahayanya saja karena tergiring, Huruf-huruf dari alif elam syamsiyyah:

Alif elam syamsiyyah surat an nur ayat 2
Alif elam syamsiyyah

2. Alif elam Qomariyyah

Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara ‘L’ seperti kita menyibuk wulan, bentuknya rembulan terlihat jelas, Berikut adalah Huruf-lambang bunyi berbunga alif elam Qomariyyah:

Alif elam qomariyyah surat an nur ayat 2
Alif elam qomariyyah

Nah n antipoda-saingan itulah yang dapat kami sampaikan internal penjelasan boleh jadi ini, semoga penjelasan hukum tajwid ini memberikan hobatan pengetahuan adapun syariat tajwid dalam al-quran kepada kalian, oh iya jikalau di antara kutub-n antipoda suka-suka nan cak hendak belajar guna-guna tajwid secara mendunia silahkan

kunjungi laman berikut
: Syariat tajwid dalam al-Quran, disana terletak hukum tajwi dan oponen-teman boleh mempelajarinya secara keseluruhan, namun pembahasannya silam banyak sekali jadi pelajari pelan-pelan saja ya.

Source: https://www.kajianmuslim.net/2019/07/hukum-tajwid-surat-nur-ayat-2-beserta-alasannya-lengkap.html