Teks Pidato Mensyukuri Nikmat Allah


Ceramah Mensyukuri Nikmat Allah –
Kali pun sonder terkira pernah bahkan kerap asian tugas kerjakan berpidato begitu juga pidato mensyukuri lezat Allah. Lebih lagi bila menduduki suatu jabatan, maka kemampuan berpidato haruslah baik.

Namun tidak teradat kusut, pidato akan berjalan laju bila sebelumnya dipersiapkan tambahan pula dahulu, sebagaimana takhlik tulisan sebatas membiasakan pelisanan, intonasi, sampai penekanan terhadap kata – kata tertentu dengan tepat.

Kuliah koteng adalah sambutan ringkas pengantar bagi suatu programa. Sehingga tak wajib merayang, bila terasa masih gugup, ingatlah jika waktu berpidato hanyalah selincam. Umumnya pidato nan disampaikan pun nan satu tema dengan acara yang sedang dilangsungkan. Misalnya saja ceramah bertema agama disampaikan detik programa – program keagamaan.

Mudah-mudahan pidato yang dibuat n kepunyaan tiga babak, yaitu bagian pembuka, isi, dan penghabisan. Berikut ini penjelasan lektur mensyukuri legit Yang mahakuasa puas setiap bagiannya. Dimana setiap bagian – bagiannya dapat dijadikan refrensi terbit teks pidato yang dibuat, sampai dipraktekkan dengan mudah.


Daftar isi Artikel

  • 1
    Pembuka Pidato Mensyukuri Eco Halikuljabbar
  • 2
    Isi Pidato Mensyukuri Nikmat Sang pencipta

    • 2.1
      1.  QS. As – Saba’ Ayat 13
    • 2.2
      2.  QS. An – Naml Ayat 19
    • 2.3
      3.  QS. Al – Baqarah Ayat 152
    • 2.4
      4.  QS. Ibrahim Ayat 7
    • 2.5
      5.  QS. Ad – Dhuha Ayat 11
    • 2.6
      6.  QS. An – Nahl Ayat 112
  • 3
    Penutup Pidato Mensyukuri Gurih Halikuljabbar


Pembuka Ceramah Mensyukuri Sedap Halikuljabbar

Pembuka Pidato Mensyukuri Nikmat Allah

Internal pidato bertemakan agama, seremonial dibuka dengan kalimat basmallah, salam, shalawat, serta pujian kepada Allah dan Nabi – Nya. Dapat dituliskan seperti berikut ini:

Bismillahirrohmannirrohim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Assholaatu wasalamu’ala asrofil ambiyaa i wal mursalin sayyidina wamaulana Muhammad wa’ala alihi wa askhabihi ajma’in amma ba’du.

Puji syukur kesediaan Allah SWT karena atas rahmat dan karunia – Nya, sehingga dapat berkumpul di sini dalam kejadian segak wal’afiat. Enggak tengung-tenging shalawat serta salam tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi suri tauladan bagi umatnya.

Puas orasi dengan tema berterima kasih puas babak pembuka dapat ditambahkan:

Tidakkah berpikir dari mana manusia dapat melotot ketika bangun berpunca tidur, memotori anggota tubuh, sampai peristiwa – keadaan yang dilakukan setiap momen adalah bernapas? Ditambah semua itu bisa dilakukan secara percuma tanpa mengupah sedikitpun. Semua itulah nan disebut nikmat. Tentu masih banyak nikmat – sedap lainnya, tidak cacat nan disebutkan tadi.

Sangat berusul mana semua itu berpangkal? Tentu seumpama umat yang beragama mempercayai adanya Si Penggubah, yaitu Allah SWT. Begitu Maha Baiknya Tuhan kepada ciptaan – Nya. Dan misal insan ciptaan – Nya sudah sepatutnya berterimakasih. Bagaimana caranya? Dengan bersyukur. Bentuk sederhana dari bersyukur adalah mengucapkan hamdallah “Alhamdulillah”.

Baca Juga: Pidato Bahasa Bali



Isi Pidato Mensyukuri Lezat Halikuljabbar

Isi Pidato Mensyukuri Nikmat Allah

Dilanjut episode isi, boleh mengutip dari ayat – ayat Al – Qur’an. Berikut ayat – ayat Al – Qur’an yang memiliki manfaat berterima kasih kepada mak-nyus Allah SWT:


1.

QS. As – Saba’ Ayat 13

Tergolong internal surat Makiyyah nan terdiri dari 54 ayat, dan terdapat dalam Al – Qur’an pada surat ke 34. Surat As – Saba’ koteng menceritakan tentang suku bangsa Saba’ nan lalai bersyukur atas nikmat yang sudah Allah berikan. Menjadikan surat ini sesuai dicantumkan dalam pidato mensyukuri mak-nyus Allah SWT.

  1. As – Saba’ ayat 13 berbunyi:

“Ya’ maluuna lahuu maa yasyaaa’u mim mahaariiba wa tamaas iila wa jifaaning kal – jawaabi wa quduurir roosiyaat, i’maluuu aala daawuuda syukroo, wa qoliilum min ‘ibaadiyasy – syakuur”.

Yang artinya:

“Mereka (para jin itu) bekerja lakukan Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) bangunan – gedung nan tataran, patung – arca, piring – piring yang (besarnya) begitu juga kolam, dan perendangan – belanga yang patuh (berada di atas kompor). Bekerjalah wahai keluarga Daud buat bersyukur (kepada Allah). Dan abnormal sekali dari hamba – hamba – Ku yang bersyukur”.

Berbunga ayat tersebut boleh diambil pelajaran untuk tak lupa terhadap yang memberikan semua kenikmatan, ialah Allah SWT. Lamun semua mal, kemenangan didapatkan dengan kerja gigih nan dilakukan. Namun sesungguhnya terserah pertolongan Halikuljabbar di dalamnya. Seseorang tidak dapat bekerja keras, bila Tuhan menghendakinya gempa bumi.


2.

QS. An – Naml Ayat 19

Arsip An – Naml berarti semut. Tertulis intern surat Makkiyah. Mempunyai 93 ayat, merupakan inskripsi ke 27, dan terdapat n domestik juz 19 serta 20 dalam Al – Qur’an. Diberi nama An – Naml karena plong ayatnya menceritakan adapun raja semut yang memerintahkan anak buahnya cak bagi masuk sarang seharusnya enggak terinjak angkatan Nabi Sulaiman AS.

Kaitannya dengan berlega hati atas nikmat Tuhan terdapat n domestik ayat 19 yang berbunyi:

“Fa tabassama dhoohikam ming qoulihaa wa oola robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatiii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin”

Yang artinya:

Maka dia (Sulaiman) tersenyum tinggal tertawa karena (mendengar) mulut semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Rabi, anugerahkanlah aku ilham untuk taat mensyukuri legit – Mu nan telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua anak adam tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat – Mu ke dalam golongan hamba – hamba – Mu yang saleh”.

Semenjak Arsip An – Naml ayat 19 belajar dari asam garam Rasul Sulaiman AS yang mengucapkan syukur atas belas kasih yang diturunkan kepada dirinya sehingga berharta mendengar pemimpin semut yang memerintahkan kawanannya cak bagi segera turut ke sarang agar tidak terdampal rombongan tentara Nabi Sulaiman AS.


3.

QS. Al – Baqarah Ayat 152

Al – Baqarah berguna sapi lebah ratulebah. Ialah surat ke dua dan juz pertama dalam Al – Qur’an. Al baqarah memiliki 286 ayat dan merupakan akta madaniyah. Kaitannya dengan mensyukuri sedap Yang mahakuasa SWT terwalak dalam ayat 152 yang berbunyi:

“Fazkuruuniii azkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun”.

Ayat tersebut berarti:

“Maka ingatlah kepada – Ku, Aku sekali lagi akan bangun kepadamu. Bersyukurlah kepada – Ku dan janganlah beliau ingkar kepada – Ku”.

Ayat di atas merupakan perintah dari Allah supaya cangap ingat kepada Nya, semoga Allah juga ingat. Pernahkah mendengar istilah bila seorang hamba melangkah mendekat kepada Yang mahakuasa satu langkah, maka Tuhan mendekat tujuh langkah? Begitu juga itulah perumpamaannya. Selain itu selalu bersyukur untuk semua nikmat yang sudah lalu diberikan, dan janganlah ingkar.


4.

QS. Ibrahim Ayat 7

Sesuai dengan namanya, piagam ini menceritakan tentang kisah Utusan tuhan Ibrahim AS. Tergolong inskripsi makiyyah yang punya 52 ayat. Kemudian merupakan salinan ke 14 dan juz ke 13 kerumahtanggaan Al – Qur’an. QS. Ibrahim ayat 7 berbunyi:

“Wa iz ta ‘azzana robbukum la ‘insyakartum la ‘aziidannakum wa la ‘ing kafartum inna ‘azaabii lasyadiid”.

Ayat tersebut memiliki keefektifan:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Senyatanya jikalau kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (lemak) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (lemak – Ku), maka tentu azab – Ku sangat terik”.

Ayat tersebut menerangkan keutamaan bersyukur. Sebagai gambaran sehari – periode dalam koneksi sesama orang – Nya, bila memasrahkan sesuatu kepada seseorang, lewat sosok tersebut mengucapkan songsong kasih, tidak dipungkiri yang membagi merasa demen, dan akan memasrahkan sesuatu lagi, malah ditambahkan jumlahnya kepada cucu adam tersebut.

Sekadar, bila orang yang diberi enggak bersyukur, maka nan memberi pun menjadi malas dan berhenti menjatah. Itu gambaran bakal sesama makhluk. Dapat dibayangkan bila berhubungan dengan Halikuljabbar bukan? Tentu akan berlipat – bekuk tambahan eco yang diberikan – Nya. Demikian sebaliknya, maka Allah menimpakan ikab nan lampau pedih.


5.

QS. Ad – Dhuha Ayat 11

Surat ini diturunkan di Mekah dan memiliki 11 ayat. Terdapat dalam Al – Qur’an juz 30 dan surat ke – 93. Ad – Dhuha n kepunyaan kebaikan waktu dhuha, atau ketika surya sepenggalahan menaiki. Sreg ayat 11 berbunyi“Wa ammaa bini’mati robbika fa haddis”. Ayat ini berguna: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)”.

Lagi – lagi Allah mengingatkan umat – Nya untuk selalu bersyukur atas nikmat dan belas kasih yang sudah lalu diberikan – Nya melalui ayat ini. Dengan peringatan yang repetitif – ulang menandakan sekiranya bersyukur atas nikmat Allah adalah suatu hal yang dulu penting dilakukan sebagai seorang hamba – Nya.


6.

QS. An – Nahl Ayat 112

  1. An – Nahl berguna sigenting. Dikarenakan internal salah satu ayatnya menceritakan manfaat lebah kepada manusia. Diturunkan di Mekkah. Merupakan piagam ke – 16 dan terdapat kerumahtanggaan Al – Qur’an juz ke – 14, serta memiliki 128 ayat. Puas ayat 112 berbunyi:

“Wa dhoroballohu masalang qoryatang kaanat aaminatam muthma ‘innatay ya’tiiha rizquhaa roghodam ming kulli makaanin fa kafarot bi ‘an ‘umillaahi fa azaaqohallohu libaasal – juu’i wal khoufi bimaa kaanuu yashna’uun”.

Artinya:

“Dan Sang pencipta telah membuat suatu bak (dengan) sebuah daerah yang dahulunya aman lagi tentram, lambung datang kepadanya penuh pekak bermula segenap tempat, tetapi (penghuni)nya mengingkari nikmat – nikmat Yang mahakuasa, karena itu Yang mahakuasa menimpakan kepada mereka batu kelaparan dan keheranan, disebabkan apa yang mereka perbuat”.

Pada ayat ini digambarkan apa yang akan terjadi jika ingkar terhadap nikmat Yang mahakuasa. Ini terjadi terhadap masyarakat Mekkah yang selalu mengingkari dan menjurus kesediaan dan ajaran nan Nabi Muhammad SAW bawakan. Padahal Utusan tuhan Muhammad SAW yakni rahmat bagi seluruh alam. Dan yaitu nikmat yang Allah turunkan kepada publik Mekah.

Namun, masyarakatnya menolak, mengingkari hal itu. Lewat Nabi Muhammad pengungsian ke Kota Madinah. Sehabis hijrah Nabi ke Madinah, Kota Mekah ditimpa paceklik, kekeringan sehingga masyarakatnya banyak yang kelaparan. Dimana sebelumnya, pohon, dan biji pelir – buahan tumbuh congah.

Tidak sekadar itu selepas Nabi evakuasi, kondisi yang sebelumnya aman tenteram, berubah menjadi mencekam. Masyarakatnya ditimpa rasa ketakutan nan luar biasa. Hal ini disebabkan rasa bersalah atas apa nan mutakadim diperbuat kepada Nabi Muhammad SAW. Publik kabur jikalau Rasul mengamalkan balas dendam terhadap masyarakat Mekkah.

Baca Lagi: Pidato Maulid Nabi



Penutup Ceramah Mensyukuri Sedap Allah

Penutup Pidato Mensyukuri Nikmat Allah

Selanjutnya bagian terakhir, yaitu penutup. Sisipkan pada bagian ini pesan dan deduksi bakal pendengar seharusnya berterima kasih kepada Allah. Kemudian ratib penutup majlis, serta salam akhir. Seperti berikut ini contohnya:

Berpunca semua itu bisa disimpulkan bahwa misal hamba sudah hendaknya bersyukur kepada Halikuljabbar SWT. Dengan berlega hati, akan ditambahkan nikmat Allah, dan bila sebaliknya, siksa Allah amatlah pedih. Demikian nan dapat disampaikan, subhaabakallahumma wabihamdika ashadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikian pidato mensyukuri eco Allah nan layak sumir, mudah dipahami, sekaligus mudah untuk dipraktekkan. Tidak perlu mengutip semua refrensi surat Al – Qur;an di atas. Sepan mengambil satu alias dua surat belaka. Tentu disesuaikan dengan waktu yang terhidang. Perlu diingat bahwa lektur ialah sambutan singkat sebelum sebuah programa dimulai.

Hal terdepan yang wajib diperhatikan dalam berceramah yaitu yakin dalam melantunkan ataupun memunculkan materi yang akan disampaikan. Kemudian penyebutan dan pengkajian nada nan tepat. Sehingga pendengar memahami terlebih mengerjakan segala nan disampaikan n domestik pidato tersebut. Semoga penceramah dan pendengar mendapatkan pahala terbit Yang mahakuasa SWT.


Source: https://manjakan.com/pidato-mensyukuri-nikmat-allah/