Teks Puisi Yang Menggunakan Citraan Penglihatan Adalah

Citraan Internal Sajak
–  Privat sajak, bakal memberi gambaran yang jelas, menimbulkan suasana yang individual, membuat bertambah nasib paparan n domestik pikiran dan penginderaan dan lagi lakukan menjujut ingatan dan penyair pula menggunakan paparan-cerminan Angan, di samping alat kepuitisan nan enggak.

Pengertian

Bayangan-gambaran angan dan sajak itu disebut citraan atau imaji. Citraan ini ialah gambar-bagan dalam pikiran dan bahasa nan menggambarkannya (Alterbend, 1970:12),  sedang setiap lembaga manah  disebut citra atau imaji.

Bayangan pikiran ini merupakan sebuah bilyet n domestik pikiran yang tinggal menyerupai gambaran yang dihasilkan oleh penggerebekan kita terhadap sebuah objek nan bisa dilihat oleh ain, saraf penglihatan, dan daerah-kawasan otak yang berhubungan (yang bersangkutan).

Berhubung dengan situasi ini kemujaraban introduksi harus diketahui dan dalam hubungan ini, mungkin juga signifikan bahwa hamba allah harus dapat menghafaz sebuah pengalaman Indra an atas bulan-bulanan-objek yang disebutkan ataupun diterangkan (Alterbend, 1970:12). Minus itu, maka akan kukuh gelap gambaran itu.

citraan dalam puisi

Juga pembuatan gambaran, seperti dikemukakan oleh Coomber 91980:42)  hendaknya jangan rani di luar pengalaman kita, misalnya sebuah imaji: hitam seperti rongga tenggorokan Serigala!

Turunan belum pernah mengalami berada di sinus atau penggalan dalam pembuluh ajak. Jadi perumpamaan ini tidak dapat menyemarakkan gambaran.

Juga imajinasi ataupun konvensional tidak bisa membagi sekuritas puitis dan enggak menghidupkan cerminan, misalnya, yang boleh “Seputih jeluang “, lebih-lebih akan lebih efektif dikatakan terlampau pucat pasi”.

Coombes (1980:42) Mengemukakan bahwa dalam tangan koteng penyair nan bagus, imaji Itu tegar dan semangat, berada dalam Puncak keindahannya untuk memaksimalkan, menjernihkan, memperkaya; sebuah imaji yang berhasil menolong orang merasakan pengalaman penyadur terhadap objek dan kejadian nan dialaminya dan memberi cerminan yang tepatnya, hayat, kuat, ekonomis, dan  segera dapat kita rasakan dan dempet dengan spirit kita sendiri.

Dengan hal itu orang harus mengerti arti pengenalan-kata yang dalam susunan ini juga harus boleh menghafal sebuah pengalaman Indra and objek-objek yang disebutkan alias diterangkan lega atau secara imajinatif membangun semacam pengalaman di luar situasi-situasi nan berhubungan sehingga introduksi-pengenalan akan secara bukan main-sungguh berarti kepada kita (Altenbernd, 1970:12)

Citraan biasanya Lebih mengingatkan kembali daripada membuat baru kesan ingatan, sehingga pembaca terlibat dalam kreasi puitis (Altenbernd, 1970:12).

Pembaca akan mudah menanggapi hal-keadaan yang privat pengalamannya sudah terhidang stok imaji-imaji yang tanya.

Tentunya sonder melenyapkan gaya bahasa atau majas dalam syair seumpama sarana estetika.

Jenis-jenis Citraan (Imaji)

Gambaran-gambaran angan itu ada bermacam-tipe, dihasilkan oleh hidung penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, dan penciuman. Bahkan juga diciptakan oleh pemikiran dan gerakan.

  • 1.
    Citraan Pandangan
    Yakni cerminan angan yang berhubungan dengan hangit penglihatan (ain).
  • 2.
    Citraan pendengaran
    Adalah gambaran angan yang berhubungan dengan indra pendengaran (telinga).
  • 3.
    Citraan penciuman
    Yaitu gambaran angan yang gandeng dengan hangit penciuman (hidung).
  • 4.
    Citraan perasa
    Merupakan gambaran angan yang gandeng dengan hidung perasa (lidah).
  • 5.
    Citraan peraba
    Yaitu bayangan angan yang berhubungan dengan cingur peraba (jangat).

Citraan Penglihatan

Citraan yang timbul makanya penglihatan disebut citraan pandangan maupun visual imagery. Cerminan-gambaran angan yang bermacam-variasi itu tidak dipergunakan secara terpisah-sisih oleh penyair privat sajaknya, melainkan dipergunakan bersama-sama, ubah memperdekat dan saling membusut kepuitisannya..

Citra penglihatan adalah jenis yang paling belalah dipergunakan oleh penyair dibandingkan dengan citraan yang bukan. Citra penglihatan menjatah rangsangan kepada indra rukyat, hingga sering hal-hal yang tak terlihat Jadi seolah-olah terlihat.

Contoh imaji penglihatan dalam puisi.

WS. Rendra

Ruang diributi jarak dada

Sambal tomat pada netra

Berdiri air venom dosa

(1957:34)

Amir Hamzah:

Mencacau aku gila sasar

Demap berulang padamu jua

Beliau langka menarik ingin

Serupa Dara dibalik kerai

(1959:5)

Chariril Anwar:

Bersandar pada tari dandan pelangi

Kau depanku Bertudung Sutra tunggang

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Arum rambutmu mengalun bergerak sendiri

Penyair yang banyak mempergunakan Citra penglihatan disebut penyair visual, misalnya WS Rendra.

Citraan pendengaran

Citra rungu atau adiutor imagery juga silam sering dipergunakan oleh penyair. Citraan itu dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan obstulen suara.

Penyair yang banyak menggunakan nya disebut penyair auditif, misalnya Toto Sudarto Bachtiar.

Konseptual citraan pendengaran dalam puisi karya penyair Indonesia.

Amir Hamzah:

Sebab Dikau

Aku boneka beliau boneka

Penghibur dalam mengatur
sajak

Di jib kembang bertukar pandang

Hanya selalu, sejauh
dendang

Karena kasihmu

Sunyi sepi pitunang cikal bakal

Tidak meretak
dendang
dembakoe

Layang lagu tiada melangsing

Haram gemerincing genta gendang

WS Rendra

Cak semau tilgram tiba senja

Ada Podang pulang ke sarang

Tembangnya panjang berulang-ulang;

-pulang ya pulang, hai petualang!

Toto S. Bachtiar

KESAN

Keberagaman kritik peri jengang

Tetapi lagu makhluk-hamba allah Malang

Internal pengembaraan di pangkal bintang

Mengalir berpokok tiap senggang cendela

WAJAH

Jikalau semua sudah jauh,

sehabis membagi dua malam

Sirep  meraja dimana saja,

Sayup-sayup namun kudengar

Hatiku berdetak kepadamu, menurun denyut desau jam tua

Menjejak lapang dengan remuknya sedan penghabisan

Alangkah Pilu  Siutan  angin menderai

Teristiadat berjuang menghabiskan lagu sedih

Jikalau aku terpeluk kerumahtanggaan lengan-lengan mu

Sebab keinginan sekarang mesti tewas dekat usia

Jangan lupa kerjakan mencerna kajian puisi dengan strata norma yang ditulis maka dari itu Rachmat Djoko Pradopo.

Citraan Perabaan

Meskipun tak selalu dipakai seperti Citra penglihatan dan pendengaran, Citra perabaan banyak dipakai oleh penyair juga.

Misalnya kita dapati dalam sajak-puisi Subagio Sastrowardoyo dan WS Rendra.

WS Rendra

Blues untuk Bonnie

Maka dalam blingsatan

Dia bertingkah bagai yang gorila

Gorilla tua lontok yang berudu

Meraung-raung.

Sekali lalu ujung tangan-deriji leher terdepan gitarnya

Mencakar dan mencabau

Manggarupi rasa renyem di sukmanya.

Ada tilgram berangkat senja

Terup randu. Kapuk kabu-kabu!

Selembut caping cendawan

Kuncup-kuncup di hatiku

Pada mengembang bermekaran

Subagio Sastrowardoyo:

Salju

Kukumu tajam, pacar

Tikam kan dalam-dalam ke kulitku

Biar titik darah

Dan ngilu terasa,

Akhirnya bukan tumbuh atau nyawa

Melainkan kesadaran harus dibebaskan dari binasa

Cubit! Biar sakit

Dan nyawa menggelora.

Citraan penciuman

Citraan nan enggak seperti itu besar perut dipergunakan di arah citraan penciuman dan penyegelan..

Dibawah ini contoh puisi dengan citraan penciuman.

WS Rendra

NYANYIAN SUTO Bikin PATIMA

Dua puluh tiga  matahari

Bangkit dari pundakmu

Tubuhmu menguapkan bau tanah

Subagio Sastrowardoyo

PUTERI Ancala NAGA

Putri manis! Di daerah asing

Udara berbau tembaga dan di awan putih

Berkuasa ular cabai naga

Permata bengis

Citraan pengecapan

Berikut ini abstrak puisi dengan imaji citraan pengecapan

Subagio Sastrowardoyo

Perundingan

Hari mekar dan berdamar:

Yang ada hanya sorga. Neraka

Adalah rasa pahit di congor

Waktu ingat pagi.

Rendra

Ia makan nasi dan isi hatinya

Pada mulut terkunyah duka

BALADA KASAN DAN FATIMAH

Bini Kasan ludahnya air kerambil

Dan kini ia lari karena bini bau melati

Lezat ludahnya air kelapa

Kasan tinggalkan daku, meronta paksaku

Terbawa labium lapis daging segar yunior,

Perokok kuat kembang gula perawan.

….

Citraan dapat dihasilkan dengan asosiasi-asosiasi sarjana (Altenbernd,1970:14), misalnya the music earning like a god in pain.

Rendra:

BALADA TERBUNUHNYA ATMO KARPO

Bedah perutnya tapi masih setan ia

Membubarkan kuda, di tiap ayun menungging kepala.

(1970:16)

Chairil Anwar:

Adegan

Aku sudah saksikan

Burit frustasi dan putus terka yang bikin Tuhan

Pun turut tersedu

Membekukan berpuluh nabi, hilang mimpi dalam kuburnya.

(1978:42)

Citraan gerak

Citraan gerak disebut juga dengan movement imagery atau kinestetik imagery.

Citraan gerak adalah citraan yang menggambarkan sesuatu nan sesungguhnya lain bergerak, tetapi dilukiskan sebagai dapat bergerak, ataupun rencana gerak puas kebanyakan.

Citraan gerak ini membuat hidup dan gambaran bintang sartan dinamis.

Model citraan gerak n domestik sajak karya Abdul Hadi.

SARANGAN

Pohon-tanaman cemara di kaki gunung

Tumbuhan-tanaman Eru

Menyerbu kampung kampung

Wulan di atasnya

Menceburkan dirinya ke dalam kolam

Mencuci luka-lukanya

Dan selusin dua sejoli

Mengajaknya tidur

(1971:4)

PRELUDE

Di atas laut. Bulan galuh bergetar

Suhu pun nocat

Di bandara mungil itu. Aku pun dapat

Menerka. Seorang matros mengurusi jangkar

(1971:3)

Chairil Anwar:

Tunggang DI PELABUHAN Boncel

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang

Menyinggung merengut, kersik Periode lari berenang

Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini, persil air tidur, hilang ombak.

Konseptual citraan yang digunakan oleh penyair secara serampak.

WS Rendra

TEROMPET

TEROMPET

Terompet dilengkingkan napas nestapa

bagai pekik elang tua

takhlik garis di pasir tepi laut

Bau pandan di tenang malam

duri-durinya menyuruk di daging.

Amboi, wangi-wangian patera pandan!

Amboi amir darah berbunga daging!

Nestapa!

Maha duka!

Didambakannya dahlia dua tangkai,

burung-zakar dua pasang

emas dini hari yang pertama.

Nestapa! Maha gundah!u

Menyepak-nyepak intern dada

terurai napas isi rasa

lepas lampau kerongkongan tembaga.

Terompet dilengkingkan napas nestapa.

Roh leluhur mencekik lilin batik dena

(Catur Kumpulan Sajak, 1978:117)

Altenbernd menyodorkan bahwa citraan adalah riuk satu ayat kepuitisan nan terutama yang dengan itu kesusastraan mencapai sifat-adat konkret, solo, mengharukan, dan menyarankan.

Untuk menjatah suasana khusus, kejelasan, dan membagi warna setempat yang kuat problem mempergunakan kesatuan Citra Citra yang selingkungan.

Misalnya Rendra mempergunakan imaji-imaji pedesaan, alam, dalam kumpulan balada orang-orang tersayang.

Kerumahtanggaan bonus untuk Boni ia mempergunakan citra-citra kekotaan dan semangat bertamadun.

Berikut ini merupakan citra-citra pedesaan .

BALLADA KASAN DAN PATIMA

Bila bulan limau retak

Merataplah Patima perawan jompo.

Lari ke makam kapling mati

Buyar rambutnya carang jenggala

Di tangan barat dan kemenyan.

Duh, bulan limau emas

Desak-desakan wajahmu ke dadaku kangen

Supaya pupus kejijikan yang kukandung

Tanah bagaikan lahan, bagai air liur surya

Bini Kasan ludahnya air kelapa

Dan ain tiada nyala guna-kemustajaban

Anaknya tinggal putih-kudrati bagai ubi nan subur

Dan masa ini ia lari karena bini bau melati

Lezat ludahnya air nyiur

(1957:7-9)

BALADA LAKI-LAKI Petak KAPUR

Mendatang derap kuda

Berisik, menyayat hati kalam

Yang bersumber telurnya

Tangan-tangan nona

Nan pucat lesi muka nya

Diam-diam meronce melati

Sambil mengelus air alat penglihatan

Di ujung desa

Mayat semenjana disucikan.

(Isyarat,1976:51)

Sajak-sajak yang tidak menunjukkan kesatuan citraan menyebabkan gelap, seperti enggak suka-suka silih nikah antara perkenalan awal yang satu dengan kata yang lain atau antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain.

Peristiwa tersebut ditunjukkan oleh Sutisna syah dalam essaynya “denotasi nan salah terhadap metode analitik internal celaan tembang” bahwa banyak saja ke Indonesia sekeliling periode 1955 bercorak demikian, misalnya kuplet-stanza yang berikut ini nan dikutip mulai sejak majalah ” kisah.”

Merpati sejodoh disangkar boks

Bisa kembali di kehabisan paras matahari

Pinggir-pinggir tonggak gonggongan anjing buduk

Penambah rasa kalbuadi gerak ingat

(Kejadian 32)

Abstrak lain:

Tengah dah dada garis lengang kudus tertegun tegun menghindari.

Geletar meniti sunyi bergayut tonggak-tonggak usia

Serampangan senja tepian pamit terbentang.

Itulah pengertian citraan dan bilang contohnya mulai sejak puisi pujangga Indoneisa.

Source: https://www.langsut.com/2021/09/citraan.html