Topik Percakapan Di Atas Adalah

Pelecok satu pendirian cak bagi melatih kemampuan berkomunikasi Bahasa Inggris kita adalah dengan berdiskusi. Urun pendapat kelompok
(group discussion)
juga dapat digunakan cak bagi melatih langkah kita untuk pemeriksaan ulang Bahasa Inggris, seperti mana pembuktian IELTS misalnya.

Sawala kerumunan memang tidak ada n domestik pembenaran IELTS, sahaja diskusi gerombolan bisa melatih kemampuan berbicara Bahasa Inggris kita bikin tes
speaking
IELTS. Lebih lagi lagi, sama halnya dengan tes
speaking
IELTS, dikusi gerombolan juga mengharuskan kita cak bagi fokus membicarakan satu topik tertentu doang. Makanya karena itu, diskusi kelompok boleh mendukung kita bersabda lebih baik lagi lebih lagi ketika kita semenjana membincangkan topik nan sulit dan sensitif pula.

Perlu diingat bahwa urun rembuk tidak proporsional dengan debat. Dalam debat, kita menyampaikan argumen kita dan menyanggah argumen teman debat kita. Sedangkan dalam urun rembuk, kita tetapi akan menyampaikan pendapat kita.

Dahulu, topik-topik apa saja nan sayang unjuk privat
group discussion
IELTS? Di radiks ini adalah beberapa topik yang boleh digunakan privat
group discussion
IELTS:

  • A baby boy is income and a baby girl is expenditure.
    (Kanak-kanak anyir junjungan-laki adalah pendapatan dan bayi perempuan adalah pengeluaran)
  • Advertising is all glitter and no truth.
    (Iklan itu semua keglamoran tanpa kebenaran)
  • Alien life forms exist on other planet.
    (Tulangtulangan semangat alien ada di planet lain)
  • All nationalized banks in Indonesia should be privatized.
    (Semua bank negeri di Indonesia harus diswastakan)
  • All work and no play makes Jack a dull boy.
    (Bekerja terus-terusan membuat seseorang bosan dan membosankan)
  • Arranged marriages are reasons for divorce.
    (Ijab kabul dari perjodohan adalah alasan perpisahan)
  • Beauty pageants are a waste of time and should be banned.
    (Kontes kemanisan itu buang-buang perian dan harus dilarang)
  • Brain drain should not be encouraged.
    (Pelarian modal insan enggak bisa digiatkan)
  • Capital punishment should be banned.
    (Aniaya mati harus dilarang)
  • Children grow up too quickly nowadays.
    (Dewasa ini, anak-anak bertunas sesak cepat)
  • Children should take both parents’ surnames.
    (Anak-anak harus menjeput segel keluarga kedua orang tua)
  • Cloning of humans being should be allowed.
    (Mengkloning individu harus dibolehkan)
  • Company should not hire a person without work experience.
    (Perusahaan tidak boleh mempekerjakan sosok sonder pengalaman kerja)
  • Corruption is a necessary evil for success in any sphere.
    (Korupsi adalah ki kebusukan yang dibutuhkan cak bagi sukses di satah apapun)
  • Football should be banned.
    (Bola kaki haru dilarang)
  • Developing countries should spend more on development than on defense.
    (Negara berkembang harus menghabiskan kian banyak cak bagi pembangunan tinimbang bikin pertahanan)
  • Developing rural areas is not the responsibility of the government.
    (Provinsi pedesaan yang berkembang bukan bahara jawab pemerintah)
  • Dreams mean something.
    (Mimpi menyimbolkan sesuatu)
  • Education in Indonesia is improving.
    (Pendidikan di Indonesia menengah berkembang)
  • Effect of cinema on youth is dangerous.
    (Surat berharga komidi gambar pada anak akil balig itu berbahaya)
  • Environment management is the responsibility of richer nations.
    (Pengelolaan lingkungan adalah pikulan jawab negara yang lebih kaya)
  • Ethics and business do not coexist.
    (Etika dan bisnis tidak kehidupan berdampingan)
  • Euthanasia should be legalized.
    (Eutanasia harus dilegalkan)
  • Everybody in the world suffers from stress and tension.
    (Semua orang di dunia menderita stress dan tekanan)
  • Excessive depiction of sex and violence in films should be banned.
    (Penggambaran erotisme dan kekerasan nan berlebihan di film harus dilarang)
  • Extramarital affair is part of civilization.
    (Susunan di luar nikah ialah bagian dari kebudayaan)
  • Female foeticide should be encouraged.
    (Aborsi harus digiatkan)
  • Komidi gambar awards are a farce and should be stopped.
    (Apresiasi film adalah sebuah lelucon dan harus diberhentikan)
  • Foreign trade is necessary for any country to survive.
    (Perbisnisan asing negeri dibutuhkan oleh setiap negara untuk bertahan)
  • Freedom of expression is nonsense.
    (Kebebasan berekspresi adalah omong kosong)
  • Girls are good academician.
    (Wanita adalah akademisi yang baik)
  • Hard working is better than smart working.
    (Berkreasi persisten itu bertambah baik daripada berkreasi pintar)
  • Higher education should be made free.
    (Pendidikan tingkatan itu harus gratis)
  • Homework for students is a menace.
    (Pekerjaan apartemen kerjakan petatar itu berbahaya)
  • America is the land of opportunities.
    (Amerika yakni pulau kesempatan)
  • Indonesian people are friendly to foreigners only.
    (Orang-cucu adam Indonesia itu ramah hanya kepada cucu adam luar)
  • Indonesia is not ready for any disaster.
    (Indonesia belum siap menghadapi bencana apapun)
  • It is necessary to ban soft drinks.
    (Minuman ringan perlu dilarang)
  • Love cannot be confined to Valentine’s Day.
    (Besar perut tidak boleh terbatas Periode Valentine)
  • Love is poisonous.
    (Cinta itu racun)
  • Magic really exists.
    (Sihir itu benar-benar ada)
  • Making a stand against corruption is a waste of time.
    (Menentang korupsi itu buang-buang hari)
  • Marriages between people of the same sex are justifiable.
    (Pernikahan antara individu dengan diversifikasi kelamin yang seimbang itu boleh)
  • Mobile phones should be banned in educational institutions.
    (Telepong genggam harus dilarang di institusi pendidikan)
  • Money is required to earn more money.
    (Uang dibutuhkan lakukan menghasilkan persen lebih banyak)
  • No night shifts for women after 8 pm.
    (Tidak dapat ada sif malam bagi wanita setelah pukul 8 lilin lebah)
  • Nobody can be happy by trying to find happiness.
    (Tak ada seorang juga yang dapat bahagia dengan mengejar kepelesiran)
  • One can make a society different.
    (Seseorang dapat mengubah masyarakat)
  • One cannot balance between work and family.
    (Seseorang bukan bisa menyamakan pencahanan dan batih)
  • Parents do not understand children.
    (Orangtua tidak mengetahui anak-anak asuh)
  • Parties are a waste of time and money.
    (Pesta itu lempar-buang musim dan komisi)
  • Physical education must be excluded in schools.
    (Tuntunan sport harus dihapuskan bermula sekolah)
  • Piracy is a part of any business.
    (Pembajakan adalah bagian berpunca bisnis apapun)
  • Pocket money should titinada be given for the youth.
    (Persen saku tidak boleh diberikan kepada anak muda)
  • Premarital sex is tersendiri right.
    (Libido di luar wasilah merupakan hak individu)
  • Rats should be used in laboratory experiments.
    (Tikus harus digunakan cak bagi eksperimen lab)
  • Reservation in education centre is important.
    (Reservasi di anak kunci pendidikan itu penting)
  • Reservation in trains should be banned.
    (Reservasi kereta harus dilarang)
  • Science is a boon not bane.
    (Sains ialah anugerah enggak kutukan)
  • Sex education should be made compulsory.
    (Pendidikan sensualitas harus diwajibkan)
  • Smoking should be banned completely.
    (Merokok harus dilarang sepenuhnya)
  • Success in life comes from prayer.
    (Sukses di hidup berasal berbunga doa)
  • Terrorist attack cannot be prevented.
    (Ofensif teroris lain bisa dicegah)
  • The aged and the youth should have equal job opportunity.
    (Orang dewasa dan pemuda harus memiliki kesempatan kerja yang rata)
  • The media should be influential.
    (Sarana itu harus berpengaruh)
  • There should be job preservation in the private sector.
    (Harus ada reservasi tiang penghidupan di sektor swasta)
  • Tuitions for school children should be banned.
    (Biaya cak bagi sekolah anak-anak harus dilarang)
  • Violence shown in movies is affecting the young mind.
    (Kekerasan yang diperlihatkan di film mempengaruhi pikiran momongan muda)
  • Voting rights to illiterates should be cancelled.
    (Hak memilih untuk para tuna huruf harus dibatalkan)
  • Water resources should be nationalized.
    (Mata air air harus dijadikan milik negara)
  • We must have only two national parties to contest elections.
    (Kita haru punya dua partai nasional saja dalam pemilu)
  • We should have the right to question our politicians.
    (Kita harus punya hak untuk mempertanyakan para politisi kita)
  • Women empowerment is a myth.
    (Pemberdayaan wanita hanyalah sebuah mitos)
  • Women’s place is at home.
    (Tempat wanita merupakan di rumah)
  • Young criminals (under 18) should be sent to prison.
    (Kriminal akil balig [di bawah 18 tahun] harus dipenjara)
  • Passive smoking is equally harmful.
    (Merokok pasif separas-sama berbahaya)
  • Conspiracy is a very common form of political behaviors.
    (Kolusi adalah bentuk umum dari perilaku politik)
  • City curfews help to prevent juvenile crime and to protect youth from victimization.
    (Jam lilin lebah kota membantu mencegah karas hati taruna dan melindungi anak muda dari viktimisasi)
  • Gambling should be legalized in Indonesia.
    (Spekulasi harus dilegalkan di Indonesia)
  • Public schools are titinada safe.
    (Sekolah negeri itu lain kesepakatan)
  • Are there extraterrestrials that influence events on Earth?
    (Apakah ada makhluk luar angkasa yang mempengaruhi kejadian di marcapada?)
  • Marijuana should be legalized.
    (Ganja harus dilegalkan)
  • Why should we have a minimum wage?
    (Mengapa harus ada upah minimal?)
  • Breeding pets for money should be banned.
    (Mengembangbiakan hewan peliharaan untuk uang itu harus dilarang)
  • Getting married mean giving up our freedom.
    (Menikah berarti menyerahkan kebebasan kita)
  • It is okay for a couple to live together before getting married.
    (Tidak segala apa-barang apa bagi jodoh buat tinggal bersama sebelum menikah)
  • Advertisements are a bad influence for children.
    (Iklan adalah kontrol buruk cak bagi anak-momongan)
  • There should be laws to protect the welfare of pets and farm animals.
    (Harus ada hukum yang melindungi kesentosaan satwa ternak dan sato ternak)
  • It is right to keep wild animals in captivity all their life.
    (Adalah peristiwa yang benar buat menempatkan fauna liar selamanya di medan penampungan)
  • Students should be allowed to choose the subjects they like.
    (Siswa harus diizinkan melembarkan netra pelajaran nan mereka suka)
  • Children under 18 should titinada be allowed to use smart phone.
    (Anak-anak asuh di asal 18 tahun lain boleh diizinkan menggunakan ponsel cerdas)
  • Living in the countryside is better than living in the city.
    (Tinggal di desa lebih baik daripada tinggal di kota)
  • Women pay more attention to their health than membubuhi cap.
    (Wanita lebih ingatan pada kebugaran mereka dibandingkan suami-junjungan)
  • Does salary have an impact on doing work?
    (Apakah gaji memberikan efek pada manifestasi?)
  • It is better for a child to play with other kids than with their toys alone.
    (Lebih baik bagi momongan bagi main-main dengan anak-momongan lainnya daripada dengan mainan mereka terkoteng-koteng)
  • Learning foreign languages can help us understand foreign cultures.
    (Belajar bahasa asing dapat membantu kita mengerti tamadun asing)
  • Higher education is a waste of time and money.
    (Pendidikan tinggi itu lempar-buang uang lelah dan musim)

Source: https://www.sederet.com/tutorial/topik-topik-yang-sering-muncul-dalam-group-discussion/