Typhi H 1 320 Artinya

dr. Felicia

ALO medikus

Ijin ikut berdebat gudi

Mungkin untuk menjawab pertanyaan ini, perlu diperhatikan kembali bahwa tes widal bisa menerimakan
false positive, misalnya riwayat infeksi sebelumnya atau riwayat paparan dengan antigen
cross-reactive,
sebagaimana malaria, atau vaksinasi. Spesifisitas pengecekan widal adalah 50-70%. Bila dapat dilakukan, seharusnya dilakukan pembuktian Tubex. Sebenarnya
gold standard
penapisan bikin demam tifoid yakni kultur, tapi enggak selalu ada di semua faskes sampai-sampai faskes primer.

Kalo melihat bersumber diagnosisnya, pasien ini signifikan sudah dirawat 4 hari ya dok. Berarti terapi malarianya mutakadim selesai nan DHP sama primakuin. Klinis nan membidik ke malaria berat juga tidak ada walaupun pasiennya falciparum. Dapat dikoreksi bisa jadi saya pelecok, tapi kalau berbunga gambarannya siapa ini tetap malaria saja. Mungkin boleh dipastikan sekali lagi ada atau tidaknya stempel malaria musykil, ini saya ambil bersumber buku saku Malaria 2022:

1. Penurunan kesadaran (GCS<11, Blantyre <3)

2. Kelemahan otot (tidak dapat duduk/bepergian)

3. Kejang berulang, merupakan lebih dari dua episode dalam 24 jam

4. Asidosis metabolik (bikarbonat plasma <15 mmol/L).

5. Edema paru (berpokok PF, gambaran radiologi atau saturasi oksigen <92% dan frekuensi pernafasan >30 kali/menit)

6. Logo syok/gagal revolusi: pengisian kapiler > 3 detik, tekanan darah sistolik <80 mm Hg (plong anak: <70 mmHg)

7. Jaundice (bilirubin>3mg/dL dan kepadatan parasit >100.000/uL pada malaria falciparum, pada malaria knowlesi kepejalan parasit >20.000/uL)

8. Perdarahan spontan adv minim

9. Hipoglikemi

10. Anemia pelik pada anak <12 periode : Hb <5 g/dl , Hematokrit <15% pada endemis tinggi dan ; Hb <7g/dl, Hematokrit <21% untuk endemis madya-abnormal; pada dewasa Hb<7g/dl atau hematokrit <21%

11. Hiperparasitemia (parasit >2 % eritrosit atau 100.000 parasit/uL di daerah endemis rendah ataupun parasit >5 % eritrosit ataupun 250.000 sakat/uL di kawasan endemis tinggi)

12. Hiperlaktemia (asam laktat >5 mmol/L)

13. Gangguan fungsi ginjal (kreatinin serum >3 mg/dL) alias ureum darah >20 mmol/L

Lebih lanjut, bila enggak ada, apabila keadaan umum dan kesadaran baik, telah nonblok demam 3 hari tanpa obat penurun demam dan pemeriksaan parasit subversif 3 kali berturut-turut dengan jarak waktu 12-24 jam, pasien bisa dipulangkan dan berobat urut-urutan.

Berikut artikel Alomedika mengenai malaria: https://www.alomedika.com/penyakit/keburukan-infeksi/malaria

CMIIW

Semoga membantu

Source: https://www.alomedika.com/komunitas/topic/pasien-malaria-dan-demam-tifoid