Usia Memisahkan Anak Kucing Dari Induknya Adalah

Berpokok Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Momongan kucing
adalah kucing lokal nan belum dewasa.[1]
Ibu kucing biasanya dapat berputra 2-6 anak kucing. Kerjakan berdeging spirit, anak meong membutuhkan pelestarian berpokok induk mereka selama beberapa ahad mula-mula umur mereka. Anak asuh kucing adalah binatang yang terlampau sosial dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka bagi bertindak dan berinteraksi dengan padanan yang suka-suka. Ibu meong kebanyakan bisa mengingat anaknya sendiri.

Kelahiran dan perkembangan

[sunting
|
sunting sumber]

Seekor anak kucing yang baru lahir.

Empat ekor momongan kucing medium disusui induknya.

Lazimnya ibu kucing dapat mengandung anak kucing sebanyak 2-5 ekor. Mereka lahir sehabis kehamilan yang berlangsung antara 64 dan 67 hari, dengan kebanyakan 66 hari,[2]
di dalam kantung amnion nan digigit dan dimakan oleh induknya sesudah lahir.[3]

Selama beberapa minggu pertama, anak meong tidak boleh keluarkan air kecil serta campakkan air besar tanpa dirangsang oleh ibu mereka.[4]
Mereka juga belum dapat mengatur suhu tubuh mereka selama tiga minggu pertama, sehingga anak asuh kucing yang lahir puas guru kurang dari 27 °C (81 °F) bisa nyenyat karena hipotermia sekiranya tidak terus-menerus dihangatkan oleh induknya.

ASI sangat terdahulu bakal zat makanan dan pertumbuhan anak-anak kucing. Melalui tetek ini antibodi ditransfer ke anak meong, yang membantu mencagar mereka terhadap kelainan menular.[5]
Anak kucing yang hijau lahir kembali belum bisa menghasilkan urin pekat sehingga butuh asupan cairan yang terlampau tinggi.[6]

Anak kucing akan terbuka matanya ketika berumur tujuh sampai sepuluh hari, belaka pandangan mereka masih kerangka. Mereka belum dapat mematamatai jelas sampai berumur sekitar sepuluh minggu sesudah kelahiran.[7]

Anak kucing berkembang terlampau cepat ketika berumur sekitar dua minggu sampai pekan ketujuh. Koordinasi dan kebaikan mereka mulai meningkat, selain itu mereka menginjak dolan dan bersengketa dengan saudara-saudara selahir mereka, dan mulai menjelajahi dunia di luar “sarang”. Mereka mulai belajar menjilati rambut mereka koteng dan uri bukan serta berperan mengejar dan mengintai, dan hal ini menunjukkan kemampuan bawaan mereka bak predator. Kecekatan bawaan dikembangkan oleh induk atau meong dewasa lainnya dengan membawa mangsa hidup ke sarang. Kemudian, meong dewasa juga menunjukkan teknik mencari agar anak-anak kucingnya menirunya.[8]

Seekor anak meong yang baru melangah matanya.

Saat mereka menyentuh sukma tiga hingga empat minggu, momongan-anak kucing secara bertahap mulai dipisahkan maka dari itu induknya dan berangkat meratah kandungan padat. Proses pemecahan biasanya akan selesai puas umur heksa- sampai delapan minggu.[9]
Momongan kucing biasanya menginjak kehilangan gigi kanak-kanak anyir mereka sekitar umur 3 rembulan, dan menginjak n kepunyaan gigi dewasa yang lengkap ketika berusia 9 rembulan.[10]
Anak kucing akan mulai meratah makanan padat saat mereka radu dipisahkan oleh induknya, namun umumnya mereka masih kontinu meneteki induknya sampai terpisah dari ibu mereka. Beberapa ibu kucing akan meragamkan anak meong mereka sedini kali pada vitalitas 3 bulan, provisional sejumlah ibu kucing lainnya memisahkannya ketika anak kucing mereka membidik kedewasaan seksual.

Keberagaman kelamin anak kucing biasanya dapat dengan mudah ditentukan momen mereka bau kencur lahir. Kucing yang berumur enam hingga delapan pekan akan makin elusif cak bagi berhubungan seks karena adanya pertumbuhan bulu di daerah genital. Saluran kemih perkenalan awal kucing jantan ialah bulat, sementara itu uretra perkenalan awal kucing betina adalah garisan. Perbedaan lain ditandai dengan jarak antara anus dan uretra perkenalan awal, yang lebih besar nekat daripada nan betina.

Anak kucing senggoro yang berumur 5 rembulan yang yunior sekadar tumbuh gigi.

Anak asuh meong ialah sato nan dahulu sosial dan menghabiskan sebagian segara perian mereka untuk bermain, berburu, serta berinteraksi dengan hewan lainnya. Anak kucing mulai aktif dalam bermain ketika berumur tiga sebatas catur wulan, serta akan lebih aktif kembali ketika berusia selingkung panca rembulan.[11]
Anak kucing rentan terhadap kegeruhan karena mereka sering berburu tempat-tempat yang ilegal lakukan bersembunyi, dan jika mereka tidak awasi maka kadang-kadang akan terjadi peristiwa yang fatal sreg mereka.

Meskipun umumnya anak asuh kucing lokal dikirim mulai sejak tempat penampungan hewan ke rumah baru saat berumur enam sampai delapan ahad, hal ini disarankan agar anak kucing tersebut harus ditemani oleh seekor ibu meong dan anak kucing lainnya yang berusia 6-12 minggu karena keadaan ini penting untuk perkembangan sosial dan perilaku mereka.[11]
Lazimnya, peternak kucing tidak akan lego momongan kucing nan lebih muda dari umur dua belas pekan, dan dalam banyak yurisdiksi, memberikan anak kucing nan berumur kurang mulai sejak okta- minggu adalah palsu.[12]

Kebanyakan kucing menjejak kematangan seksualnya ketika berumur selingkung sapta wulan. Banyak yang menganggap bahwa kucing nan tekun sudah “dewasa” adalah ketika mereka berusia sekeliling satu hari,[13]
dan kebanyakan dagangan kucing nan beretiket “kucing” adalah bagi kucing yang sudah lalu berumur satu tahun.[14]

Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Anak asuh kucing di negara-negara maju biasanya comar divaksinasi terhadap bermacam rupa penyakit mahajana. Vaksinasi dapat melindungi anak kucing terhadap penyakit
Feline rhinotracheitis virus
(FVR),
Feline calicivirus
(C), dan
Feline panleukopenia
(P). Vaksinasi FVRCP ini biasanya diberikan sreg meong ketika berumur delapan, dua belas dan heksa- belas ahad, dan vaksinasi anti-rabies sekali lagi biasanya diberikan pada anak asuh kucing nan berumur heksa- belas minggu. Anak meong biasanya dimandulkan alias dikebiri saat berumur selingkung sapta bulan, tetapi anak meong semuda tujuh pekan juga sudah dapat dikebiri, terutama di tempat penampungan binatang.[15]
Pengebirian lebih cepat enggak menimbulkan risiko kebugaran dalam jangka panjang lakukan kucing, dan bahkan bisa jadi bermanfaat bagi meong kesatria.[16]
Anak meong galibnya selalu tertular penyakit cacingan (cacing gelang) ketika berusia sekeliling empat minggu.

Anak kucing yatim piatu

[sunting
|
sunting perigi]

Anak meong membutuhkan makanan yang tahapan kalori nan mengandung lebih banyak protein daripada makanan kucing dewasa.[17]
Anak kucing yatim piatu muda membutuhkan payudara kucing setiap dua setakat catur jam, dan mereka membutuhkan rangsangan fisik lakukan campakkan air besar dan campakkan air kerdil.[4]
Pengganti tetek kucing diproduksi lakukan memberi makan kepada momongan-anak kucing muda, karena susu sapi tidak menyediakan semua vitamin yang dibutuhkan maka itu mereka.[18]

Anak asuh kucing yang diasuh cucu adam cenderung tinggal menyayangi anak adam saat dewasa dan kadang-kadang kian gelimbir pada mereka ketimbang momongan kucing yang dibesarkan oleh induknya, tetapi mereka kembali dapat menunjukkan perubahan suasana lever yang mudah berubah dan agresif.[19]
Tersampir pada kehidupan momongan kucing menjadi yatim piatu dan berapa lama mereka sonder induk mereka, momongan kucing ini bisa jadi suntuk kerempeng dan dengan demikian bisa punya masalah kebugaran di kemudian musim, seperti kondisi dalaman. Sistem imunitas anak kucing yatim piatu yang terganggu (karena kurangnya antibodi yang ditemukan secara alami dalam ASI) dapat takhlik mereka sangat rentan terhadap infeksi, sehingga antibiotik menjadi kebutuhan saat merawat anak kucing tersebut.

Wacana

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^


    “Kitten”.
    Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989.


  2. ^

    Tsutsui, Toshihiko; Stabenfeldt, George H. (1993). “Biology of ovarian cycles, pregnancy and pseudopregnancy in the domestic cat”.
    Journal of Reproduction and Fertility Supplement

    47: 29–35.

  3. ^

    Miglino, Maria Angelica; Ambrósio, Carlos Eduardo; dos Santos Martins, Daniele; Wenceslau, Cristiane Valverde; Pfarrer, Christiane; Leiser, Rudolf (2006). “The carnivore pregnancy: the development of the embryo and fetal membranes”.
    Theriogenology
    66
    (6–7): 1699–702.
  4. ^


    a




    b




    Foster, Race. “How to Raise Orphan Kittens”.
    Pet Education: Expert information for all types of pets
    . Diakses tanggal
    2011-03-07
    .





  5. ^

    Casal, Margret L.; Jezyk, Peter F.; Giger, Urs (1996). “Transfer of colostral antibodies from queens to their kittens”.
    American Journal of Veterinary Research
    57
    (11): 1653–8.

  6. ^


    Sturgess, Kit; Hurley, Karyl J. (2005). “Nutrition and Welfare”. N domestik Rochlitz, Irene.
    Animal Welfare Piutang 3: The Welfare of Cats
    (PDF). hlm. 243. doi:10.1007/1-4020-3227-7_9.





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  7. ^

    Tootle, John S.; Friedlander, Michael J. (1989). “Postnatal development of the spatial contrast sensitivity of X- and Y-cells in the kitten retinogeniculate pathway”.
    Journal of Neuroscience
    9
    (4): 1325–40.

  8. ^

    Poirier, Frank E.; Hussey, L. Kaye (1982). “Nonhuman Primate Learning: The Importance of Learning from an Evolutionary Perspective”.
    Anthropology & Education Quarterly
    13
    (2): 133–148.

  9. ^


    Sturgess, Kit; Hurley, Karyl J. (2005). “Nutrition and Welfare”. Kerumahtanggaan Rochlitz, Irene.
    Animal Welfare Piutang 3: The Welfare of Cats
    (PDF). hlm. 244. doi:10.1007/1-4020-3227-7_9.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  10. ^


    Tobiassen Crosby, DVM, Janet. “When Do Puppies and Kittens Lose Their Baby Teeth?”.
    Veterinary Medicine. vetmedicine.about.com. Diakses tanggal
    1 November
    2022
    .




  11. ^


    a




    b




    Crowell-Davis, Sharon L. (2005). “Pewarna Behaviour: Social Organization, Communication and Development”. Dalam Rochlitz, Irene.
    Animal Welfare Tagihan 3: The Welfare of Cats
    (PDF). hlm. 18. doi:10.1007/1-4020-3227-7_1.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  12. ^


    Sunquist, Mel; Sunquist, Fiona (2002).
    Wild Cats of the World. University of Chicago Press. ISBN 0-226-77999-8.





  13. ^


    Kladnik, Marci (11 July 2010). “When does a kitten become a cat?”.
    Santa Maria Times
    . Diakses sungkap
    12 October
    2022
    .





  14. ^


    “Kitten Chow Product Instructions”.




  15. ^


    Olson, Patricia N.; Kustritz, Margaret V.; Johnston, Shirley D. (2001). “Early-age neutering of dogs and cats in the United States (a review)”.
    Journal of Reproduction and Fertility Supplement.
    57: 223–232. PMID 11787153.





  16. ^


    Spain, C. Victor; Scarlett, Janet M.; Houpt, Katherine A. (2004). “Long-term risks and benefits of early-age gonadectomy in cats”.
    Journal of the American Veterinary Medical Association.
    224
    (3): 372–379. doi:10.2460/javma.2004.224.372. PMID 14765796.





  17. ^


    Rogers, Quinton R.; Morris, James G. (1979). “Essentiality of amino acids for the growing kitten”
    (PDF).
    Journal of Nutrition.
    109
    (4): 718–723. PMID 430271.





  18. ^


    Guilford, W. Grant (1994). “Nutritional management of gastrointestinal tract diseases of dogs and cats”
    (PDF).
    Journal of Nutrition.
    124
    (12 (Supplement)): 2663S–2669S. PMID 7996263.





  19. ^


    Heath, Sarah E. (2005). “Behaviour Problems and Welfare”. Dalam Rochlitz, Irene.
    Animal Welfare Volume 3: The Welfare of Cats
    (PDF). hlm. 102. doi:10.1007/1-4020-3227-7_4.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


Pranala luar

[sunting
|
sunting mata air]



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Anak_kucing